Sekolah Rakyat Cireundeu Gunakan Data SETARA, Kemensos Jangkau Anak Desil 1 dan 2
Pemkot Cimahi siap mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Cireundeu. Calon siswa akan disasar dari keluarga desil 1 dan 2 melalui penjangkauan serta verifikasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi secara resmi telah menyampaikan kesiapan penuh dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Selatan.
Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin menjelaskan, surat kesiapan telah diserahkan melalui Wali Kota Cimahi. Mengingat lahan dan pelaksanaan program ini melibatkan sejumlah pemerintah daerah di kawasan Bandung Raya, seluruh proses koordinasi lintas wilayah tersebut berjalan di bawah fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesinambungan persiapan sebelum pembangunan fisik dimulai," kata Totong, Senin (19/10/2026).
Totong menyebut satu hal yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah pada umumnya terletak pada cara penerimaan siswanya. Ia menjelaskan, pemerintah tidak sekadar membuka pendaftaran dan menunggu masyarakat datang.
Namun, lanjut dia, secara aktif melakukan penjangkauan langsung ke rumah-rumah anak-anak yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
"Sasaran utama program ini secara spesifik ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas utama dalam berbagai program bantuan pemerintah," jelasnya.
Penjangkauan ini, masih kata Totong, dilakukan menggunakan data dari aplikasi SETARA yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial, di mana nama-nama yang tercatat dalam kelompok desil tersebut akan diverifikasi kebenarannya di lapangan sebelum dinyatakan diterima.
"Melalui aplikasi SETARA yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial, kami menjangkau mereka. Data yang sudah ada dalam kelompok desil tersebut kemudian diperiksa untuk memastikan kebenarannya," katanya.
Dijelaskan Totong, mekanisme ini sengaja dirancang agar kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat benar-benar jatuh kepada mereka yang paling membutuhkan, termasuk keluarga miskin ekstrem yang sering kali tidak terjangkau oleh sistem pendaftaran konvensional.
"Proses penyaringan dan verifikasi calon siswa dijadwalkan akan diselesaikan sepenuhnya sebelum kegiatan belajar mengajar pertama dimulai, yaitu sebelum masuknya tahun ajaran baru pada bulan Juli mendatang," paparnya.
Meski persiapan penerimaan siswa sudah dipetakan dengan jelas, sambung Totong, keberlangsungan seluruh program ini masih menunggu penyelesaian proses hibah lahan yang menjadi syarat utama sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
"Seluruh pihak terkait diharapkan dapat mempercepat tahapan administratif tersebut agar proses penjangkauan dan verifikasi calon siswa dapat berjalan beriringan dengan pembangunan fisik sekolah," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
