Sekolah SD hingga SMP Diminta Asmawa Tosepu untuk Tidak Melakukan Study Tour ke Luar Daerah

Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu meneruskan langkah Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Triadi dalam menyikapi kecelakaan lalu lintas bus pariwisata Trans Putra Fajar di Ciater, Kabupaten Subang.

Sekolah SD hingga SMP Diminta Asmawa Tosepu untuk Tidak Melakukan Study Tour ke Luar Daerah
Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu meneruskan langkah Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Triadi dalam menyikapi kecelakaan lalu lintas bus pariwisata Trans Putra Fajar di Ciater, Kabupaten Subang./Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor-Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu meneruskan langkah Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin Triadi dalam menyikapi kecelakaan lalu lintas bus pariwisata Trans Putra Fajar di Ciater, Kabupaten Subang.


Akibat kecelakaan naas tersebut, 11 orang tewas dimana korbannya kebanyakan penumpamg bus pariwisata Trans Putra  Fajar yang merupakan pelajar dan guru SMK Lingkar Mandiri, Sawangan, Kota Depok.


Selain itu, 13 orang mengalami luka berat dan 40 orang mengalami luka ringan. Selain rombongan Study Tour SMK Lingkar Mandiri, warga Kabupaten Subang pun ikut menjadi korban kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Kami menindaklanjuti surat edaran Penjabat Gubernur Jawa Barat dan bakal mengeuarkan surat edaran untuk tidak melakukan  study tour untuk jenjang pendidikan SD/MI hingga SMP/MTs," kata Asmawa Tosepu kepada wartawan, Selasa, 14 Mei 2024.


Ayah tiga orang anak ini menghimbau study tour dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor, apalagi segala macam potensi pariwisata maupun pendidikan ada di Bumi Tegar Beriman.


"Orang luar Bogor banyak datang ke Kabupaten Bogor, jadi kenapa harus study tour ke luar Kabupaten Bogor. Lebih baik study tour dan menggali potensi daerah sendiri," tuturnya.


Terkait upaya pengecekan kelayakan bus pariwisata yang poolnya ada di Kabupaten Bogor, pria berusia 49 tahun tersebut menjelaskan bahwa pihaknya konsentrasi terlebih dahulu di Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama.


"Upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas bus rombongan study tour ini kami fokuskan dahulu di Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, belum ke ranah Dinas Perhubungan," tukas Asmawa Tosepu. (Reza Zurifwan)


Editor : JakaPermana