Horor Kemacetan Puncak, Asmawa Tosepu Lihat Tanda-tanda Ini
Horor kemacetan lalu lintas kendaraan pada liburan panjang Maulid Nabi Muhammad SAW di Kawasan Puncak akhir pekan lalu menjadi tanda peringatan bagi Pemkab Bogor, Pemprov Jara Barat dan pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cibinong – Horor kemacetan lalu lintas kendaraan pada liburan panjang Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Puncak akhir pekan lalu menjadi tanda peringatan bagi Pemkab Bogor, Pemprov Jara Barat dan pemerintah pusat.
Apalagi jumlah kendaraan yang keluar masuk kawasan Puncak dikabarkan mencapai 487.779 unit kendaraan selama 3 hingga 4 hari atau bisa 120 ribu unit kendaraan perhari.
“Kejadian kemcaran lalu lintas kendaraan yang panjang pada liburan Maulid Nabi Muhammad SAW akhir pekan kemarin di kawasan Puncak menjadi tanda awas bagi Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat," kata Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu kepada wartawan, Kamis, 19 September 2024.
Asmawa Tosepu menuturkan, pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarana utilitas untuk wisatawan, dan itu bagian dari penataan kawasan Puncak secara komprehensif.
"Pemerintah terutama Pemkab Bogor dengan dukungan pemilik lahan seperti PT. Perkebunan Nusantara dan PT. Sumber Sari Bumi Pakuan akan membangun rest area mini, sepanjang Jalan Raya Puncak,” kata Asmawa Tosepu.
Nanti, sebutnya, juga akan dibangun toilet, taman dan lainnya. Dengan begitu, jika terjadi lagi kemacetan panjang, maka wisatawan tidak akan kesulitan apabila ingin membuang hajat besar atau kecil.
Kemacetan panjang di kawasan Puncak akhir pekan lalu bahkan mengular ke Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.
Untuk menempuh Cipanas, Cianjur ke Puncak Pas, pengemudi kendaraan roda empat atau lebih membutuhkan waktu selama 3 jam.
Sementara waktu tempuh dari Gunung Mas, Cisarua hingga Kecamatan Cibinong, dibutukan waktu hampir 12 jam atau 11 jam 35 menit.
Waktu tempuh selama itu, tentunya melebihi masa teror Puncak beberapa tahun lalu, dimana waktu tempuh Gunung Mas ke Kecamatan Ciawi membutuhkan waktu 6 jam.
Walaupun bukan karena kemacetan lalu lintas, Nimah (65 tahun) wisatawan asal Cipayung, Jakarta Timur dikabarkan meninggal dunia di Masjid Al-Bustan Agro Wisata Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Nimah yang bersama rombongan bis berwisata ke kawasan Puncak pun harus pulang menggunakan mobil ambulance untuk bisa sampai di rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.
Untuk mengurai kemacetan lalu lintas kendaraan di kawasan Puncak, sejak Minggi terutama Senin pagi hingga saat ini, Sat Lantas Polres Bogor pun memberlakukan rekayasa arus lalu lintas satu arah atau one way ke arah Jakarta. (*)
Editor : Zulfirman

