Selama Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran, Dishub KBB Catat 1.6 Juta Kendaraan Melintas di Padalarang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memastikan puncak arus balik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi terjadi pada Jumat 4 April 2025.

Selama Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran, Dishub KBB Catat 1.6 Juta Kendaraan Melintas di Padalarang

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memastikan puncak arus balik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi terjadi pada Jumat 4 April 2025.

Hal tersebut berdasarkan rekapitulasi data perhitungan lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat yang mencatat adanya lonjakan kendaraan arus balik, yakni sebanyak 126.304 kendaraan.

"Puncak arus balik lebaran itu terjadi pada Jumat 4 April 2025. Kendaraan yang melintas melalui jalur Padalarang-Cianjur masih didominasi roda dua sebanyak 92.019," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung Barat, Fauzan Azima saat ditemui di Padalarang, Selasa 8 April 2025.

"Sedangkan untuk roda empat sebanyak 26.880 kendaraan, sehingga peningkatan pada puncak arus balik sekitar 0,26 persen," sambungnya.

Pihaknya mencatat, kendaraan yang melintas di jalur arteri Padalarang-Cianjur sejak H-7 hingga H+6 lebaran Idul Fitri sebanyak 1.642.231 kendaraan.

"Untuk jumlah kendaraan yang melintasi Padalarang tersebut terdiri dari 1.135.562 motor, 337.421 mobil, 30.575 angkutan umum dan 73.310 angkutan barang," sebutnya.

Sementara itu, pemudik yang melintasi Lembang sebanyak 1.018.135 kendaraan sejak H-7 hingga H+6 idulfitri 1446 hijriyah.

"Jumlah yang melintasi kawasan Lembang ini terdiri dari 673.876 motor, 296.979 mobil, 19.161 angkutan umum dan 28.119 angkutan barang," ungkapnya.

Lebih lanjut Fauzan menerangkan, pada tahun 2025 ini pemudik yang menggunakan moda sepeda motor pada mengalami kenaikan sebesar 46,87 persen dari tahun 2024 (532.278 kendaraan lebih banyak dari tahun 2024). 

"Rata-rata jumlah pemudik sepeda motor dari awal periode mudik Lebaran hari senin 24 maret 2025 (H-7) sampai dengan hari Sabtu tanggal 05 april 2025 (H+5) adalah sebesar 85.881 kendaraan tiap harinya," terangnya.

Kendati demikian, kata Fauzan, kondisi arus mudik di Kabupaten Bandung Barat lancar dan aman, beberapa rekayasa dilakukan untuk mengurai kemacetan selama arus mudik maupun balik pada idulfitri 1446 hijriyah ini. 

"Sejumlah upaya rekayasa lalu lintas dilaksnakan untuk mengurai kemacetan diantaranya adalah pengaturan lalu lintas di titik kemacetan, sistem one way/buka tutup arus lalu lintas serta patroli lalu lintas," katanya. 

Secara umum, beber Fauzan, periode puncak arus mudik lebaran tahun 2025 terjadi pada hari Kamis, 27 Maret 2025 (H-4) sampai dengan hari Sabtu 29 Maret 2025 (H-2). 

"Sedangkan untuk puncak periode arus balik terjadi pada hari Kamis 03 april 2025 (H+3) sampai dengan hari Jumat 04 April 2025 (H+4)," tandasnya. 

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengaku, pihaknya telah memantau kondisi arus balik dan memastikan fasilitas-fasilitas baik untuk para petugas maupun para pemudik.

Tak cuma itu, Jeje juga mengapresiasi seluruh jajaran yang bertugas mulai dari TNI-POLRI, dinas serta pihak-pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan arus mudik dan arus balik lebaran 2025.

"Saya apresiasi mereka semua karena sudah rela meninggalkan keluarga demi menjaga keamanan dan kenyamanan selama arus mudik dan balik lebaran," kata Jeje.

Sejauh ini, ungkap Jeje, berdasarkan laporan yang diterimanya pelaksanaan mudik lebaran tahun ini berjalan dengan lancar. Termasuk, puncak arus balik yang sudah terjadi pada Jumat 4 April 2025.

"Puncak arus balik sudah terjadi dan berjalan lancar. Kalaupun ada kendala seperti macet itu karena adanya banjir," ungkapnya.

Jeje menyebut, kebanyakan kendaraan yang melintas baik saat arus mudik dan arus balik didominasi roda dua.

"Alhamdulillah, karena kebijakan pemerintah pusat yang mengatur jadwal libur berdampak positif pada kondisi lalu lintas, khususnya di Bandung Barat," ucapnya.

Sementara terkait insiden kecelakaan yang sempat terjadi di wilayah Cipatat, terang Jeje, korbannya merupakan warga lokal satu orang dan tabrakan antar sesama temannya.

"Alhamdulillah tidak ada luka serius dan tidak terjadi pada pemudik," ucapnya.

Berdasarkan pantauan di Pos Pengamanan Terpadu di Padalarang, arus lalu lintas berjalan lancar kendati kerap terjadi kepadatan kendaraan di kawasan Jalan Arteri Padalarang. *** 


Editor : Ahmad Sayuti