Arus Balik Lebaran 2026, Disdukcapil: 79 Pendatang Baru Masuk KBB 

Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 79 pendatang baru yang datang ke wilayahnya pasca arus balik Lebaran 2026.

Arus Balik Lebaran 2026, Disdukcapil: 79 Pendatang Baru Masuk KBB 
Berdasarkan data pihaknya, hingga 26 Maret 2026 selama arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan rincian 46 laki-laki dan 33 perempuan yang menetap di daerah ini. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sebanyak 79 pendatang baru yang datang ke wilayahnya pasca arus balik Lebaran 1447 Hijriah. 

Berdasarkan data pihaknya, hingga 26 Maret 2026 selama arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan rincian 46 laki-laki dan 33 perempuan yang menetap di daerah ini.

Kepala Disdukcapil KBB Hendra Trismayadi mengungkapkan, pihaknya telah menggerakkan program jemput bola ke berbagai wilayah untuk memastikan semua penduduk, termasuk pendatang baru, mendapatkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara optimal.

"Kami intensifkan pelayanan melalui program jemput bola agar tidak ada satu pun penduduk yang terlewat dari pencatatan administrasi," kata Hendra saat dikonfirmasi, Jumat 27 Maret 2026.

Selain program jemput bola yang melibatkan pemerintah desa dan pengurus lingkungan, terang Hendra, instansi ini juga melakukan pemantauan serta evaluasi hingga tingkat kecamatan. 

"Tujuan utama kami tentunya mengidentifikasi warga pendatang yang belum melapor dan memetakan wilayah dengan jumlah pendatang baru terbanyak," terangnya.

Menurutnya, pergerakan penduduk pasca Lebaran merupakan fenomena tahunan yang dipengaruhi berbagai faktor. 

"Setelah Lebaran, mobilitas penduduk cenderung meningkat baik karena alasan pekerjaan, mengikuti keluarga, maupun faktor lainnya," jelasnya.

Tak hanya arus masuk, pihaknya juga mencatat perpindahan keluar sebanyak 83 warga KBB ke daerah lain dalam periode yang sama, dengan rincian 36 laki-laki dan 47 perempuan. 

"Kondisi ini menggambarkan dinamika mobilitas penduduk yang terus berjalan di KBB," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani