Selama Februari Kemarin, Ratusan Ribu Kali Petir Menyambar Jabar

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat, selama periode Februari 2025, ratusan ribu kali petir menyambar Jabar. Tepatnya, sebanyak 385.980 aktivitas sambaran petir.

Selama Februari Kemarin, Ratusan Ribu Kali Petir Menyambar Jabar
Aktivitas ratusan ribu kali petir menyambar Jabar itu tertinggi dalam periode Februari terjadi pada pekan keempat dengan aktivitas petir cloud to ground (CG) negatif (-) sebanyak 100.199 kejadian. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung mencatat, selama periode Februari 2025, ratusan ribu kali petir menyambar Jabar. Tepatnya, sebanyak 385.980 aktivitas sambaran petir.

Aktivitas ratusan ribu kali petir menyambar Jabar itu tertinggi dalam periode Februari terjadi pada pekan keempat dengan aktivitas petir cloud to ground (CG) negatif (-) sebanyak 100.199 kejadian.

Begitu juga dengan aktivitas CG positif (+) dalam ratusan ribu kali petir menyambar Jabar. Dimana aktivitas sambaran petir tertinggi CG + tercatat sebanyak 57.836 kejadian di pekan ke-4 periode Februari 2025.

"Sepanjang periode Februari 2024, kejadian petir tertinggi terjadi pada minggu ke 4 Bulan Februari 2025 sebanyak 158.035 kejadian dan jumlah kejadian terendah terjadi pada minggu pertama sebanyak 9.459 kejadian," ungkap Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu, Minggu 2 Maret 2025.

Ayu melanjutkan, berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang dan Kabupaten Majalengka.

Meski demikian, Teguh tetap mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidtometeorologis akibat cuaca ekstrem seperti hujan yang disertai kilat atau petir.

"BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," imbaunya.

Selain mencatat jumlah dan aktivitas sambaran petir, BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga telah mencatat jumlah kejadian gempa bumi yang terjadi di wilayah Jawa Barat selama periode yang sama.

Teguh mengungkapkan disepanjang periode bulan Februari 2025, BMKG mencatat sebanyak 98 gempa bumi telah terjadi di Jawa Barat dengan rincian berdasarkan kedalaman hiposenter kedalaman dangkal (D<60 km) sebanyak 89 kejadian, gempabumi menengah (60 km≤D≤300 km) sebanyak 9 Kejadian dan gempabumi dalam (>300 km) sebanyak 0 kejadian dengan rentang 4 km hingga 349 km.

Sedangkan untuk magnitudo, gempabumi terbesar yang tercatat adalah 4.5 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.1.

"Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 51 gempabumi yang berpusat di laut, sedangkan 47 kejadian gempabumi lainnya berpusat di darat," jelasnya.

Gempa bumi yang dirasakan di sepanjang periode Februari 2025 disebut terdapat 8 kali, salah satunya terjadi pada 20 Februari 2025 pukul 17:12:27 WIB, yang berpusat di 7.59 LS dan 106.18 BT pada kedalaman 26 Km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut," katanya.

Untuk menghindari potensi dampak bencana gempa bumi, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi.

"BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani