Separo dari Jalan Parung Panjang-Bunar Rusak, Penyebab Utamanya Truk Tambang

Jalan Parung Panjang-Bunar di Kabupaten Bogor dengan panjang 28 kilometer, lebar rata-ratanya sekitar 6-7 meter, hampir setengahnya rusak parah karena jadi jalur utama truk tambang.

Separo dari Jalan Parung Panjang-Bunar Rusak, Penyebab Utamanya Truk Tambang
Kepala Dinas BMPR Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono menyebutkan separo jalan Parung Panjang-Bunar rusak karena truk tambang.

INILAHKORAN, Bandung - Jalan Parung Panjang-Bunar di Kabupaten Bogor dengan panjang 28 kilometer, lebar rata-ratanya sekitar 6-7 meter, hampir setengahnya rusak parah karena jadi jalur utama truk tambang.

Sekitar 12 kilometer rusak parah karena tidak sanggup menahan beban berat dari truk tambang yang melintas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, Jalan Parung Panjang-Bunar merupakan jalan milik Provinsi yang digunakan untuk angkutan tambang dari Cigudeg dan rumpin.

Di sana, kata dia, total ada sekitar 50 izin usaha tambang batu andesit dan pasir. Setiap hari, truk tambang itu melintasi Jalan milik provinsi untuk dikirim ke wilayah Banten dan DKI. 

"Mau tidak mau suka tidak suka harus melalui jalan Parung Panjang Bunar,” kata Bambang Tirtoyuliono.

Menurut data dari Kabupaten Bogor, rata-rata perhari ada 1.600 truk lalu lalang menggunakan jalur tersebut.

“Memang karena jalannya rusak dan yang melalui jalan tersebut melebihi tonasenya hampir rata-rata 40 ton lebih satu tronton itu. Mungkin juga kendaraannya sudah tua dan sebagainya ada kecelakaan yang menyebabkan adanya korban jiwa," ujar Bambang, Senin 10 Februari 2025.

Sejak 2023, Pemerintah Provinsi Jabar sudah mendorong asosiasi pengusaha tambang di Kabupaten Bogor membangun jalan khusus kendaraan tambang. 

Para pengusaha tambang di sana, sudah melakukan pembebasan tanah untuk dibangun jalan khusus kendaraan tambang.

"Problemnya, akses ke luarnya itu harus terkoneksi dengan rencana pembangunan jalan tol yang JOR 3 yang belum ada kepastian kapan dibangunnya," katanya. 

"Sehingga, tetap angkutan tambang yang bawa material tambang dari daerah Cigudeg dan Rumpin itu tetap melewati jalur Parung Panjang-Bunar yang konsumennya itu untuk wilayah Banten dan sekitarnya juga DKI dan sekitarnya," imbuhnya.

Rencananya, Rabu 12 Februari 2025 akan dibahas strategi apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah di Jalan Parung Panjang-Bunar ini. (*)


Editor : Zulfirman