Sidak ke Lokasi Banjir Padasuka, Wali Kota Cimahi Komitmen Perbaiki Drainase Rusak

Banjir berulang di Kelurahan Padasuka, khususnya di RT04/19 di sekitar Jalan Usman Dhomiri yang terhubung dengan sungai Cisangkan, kembali menyoroti kerapuhan sistem drainase di kawasan padat permukiman. 

Sidak ke Lokasi Banjir Padasuka, Wali Kota Cimahi Komitmen Perbaiki Drainase Rusak
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu 3 Januari 2026, menyusul jebolnya saluran drainase yang menjadi biang genangan setiap hujan deras.di di RT04/19 di sekitar Jalan Usman Dhomiri./Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Banjir berulang di Kelurahan Padasuka, khususnya di RT04/19 di sekitar Jalan Usman Dhomiri yang terhubung dengan sungai Cisangkan, kembali menyoroti kerapuhan sistem drainase di kawasan padat permukiman. 

Merespons keluhan warga, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu 3 Januari 2026, menyusul jebolnya saluran drainase yang menjadi biang genangan setiap hujan deras.
 
Di lokasi, Ngatiyana berdialog langsung dengan warga, yang mengaku banjir bukan hanya peristiwa musiman melainkan ancaman yang terus membayangi keselamatan dan kenyamanan. 

Genangan air sering memasuki rumah, merusak barang, dan mengganggu aktivitas sehari-hari. 

“In syaa Allah ke depan akan ada perbaikan. Drainase yang jebol ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keselamatan warga,” katanya.
 
Kehadiran orang nomor satu di Kota Cimahi itu disambut positif, dianggap sebagai tanda perhatian serius setelah penanganan tambal sulam selama ini. 

Tokoh masyarakat RW 19, H. Deden menyampaikan rasa terima kasih dan menyatakan harapan akan renovasi segera. Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan drainase saja tidak cukup tanpa penataan kawasan menyeluruh.
 
“Harapannya, tidak ada lagi pembangunan di bantaran sungai Cisangkan, supaya risiko banjir berkurang,” ujar Deden. 

Tak cuma itu, Deden juga menyoroti prakiraan curah hujan tinggi hingga Februari mendatang, sehingga penanganan harus cepat dan berkelanjutan, bergeser dari pola reaktif ke preventif.
 
Selain itu, Deden menekankan kolaborasi pemerintah dan masyarakat sebagai kunci. 

“Tidak hanya penanganan banjir, tapi juga kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kita harus jaga lingkungan bersama,” tegasnya. ***


Editor : JakaPermana