Simak Alasan Basarnas Hentikan Penyelaman Jasad Korban KM Virgo Transport 8
Simak beberapa alasan yang menjadi pertimbangan Basarnas menghentikan penyelaman untuk mencari jasad korban KM Virgo Transport 8.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menyetop operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 pencarian.
Keputusan ini diambil usai mempertimbangkan keselamatan tim di lapangan dan efektivitas proses evakuasi bawah air.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan beberapa faktor utama yang menjadi dasar penghentian operasi penyelaman di dasar laut tersebut.
1. Kondisi Fisik Jasad Berubah dan Berisiko Terurai
Pada awal operasi SAR, jenazah korban yang dievakuasi dari dalam bangkai kapal masih dalam kondisi utuh sehingga secara alami dapat mengapung ke permukaan setelah dikeluarkan dari badan kapal. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi jasad di dalam air telah mengalami perubahan signifikan.
"Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang," ungkap Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
2. Kondisi Bangkai Kapal Labil dan Berbahaya bagi Penyelam
Perubahan struktur bangkai kapal yang terus memburuk setiap harinya membuat ruang-ruang di dalam kapal menjadi sangat tidak stabil. Meskipun masih ada area yang belum terjamah seperti bagian lambung kiri, risiko keselamatan bagi para penyelam tergolong sangat tinggi jika harus memaksakan masuk ke dalam bangkai kapal.
3. Evaluasi Penyelaman Tidak Lagi Efektif
Tim SAR gabungan telah mengerahkan kemampuan penyelaman secara maksimal untuk menyisir setiap sudut kapal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dalam tiga hari terakhir operasi penyelaman, tidak ada lagi korban tambahan yang berhasil ditemukan di dalam kapal.
Sebagai langkah lanjutan untuk menuntaskan evakuasi korban yang diprakirakan masih terjebak, Basarnas mendorong pemilik kapal untuk segera melakukan salvage atau pengangkatan badan kapal dari dasar laut.
Pengangkatan ini dinilai menjadi cara teraman dan memungkinkan agar evakuasi sisa korban dapat dilakukan secara optimal.
Kendati operasi penyelaman dihentikan, operasi SAR secara keseluruhan belum ditutup. Fokus pencarian kini dialihkan pada pemantauan permukaan laut untuk mengantisipasi kemungkinan korban hanyut terbawa arus. Wilayah penyisiran mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.
Hingga Minggu pukul 22.00 WITA (hari ke-22), dari total 243 penumpang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8, sebanyak 190 orang telah ditemukan (108 selamat dan 82 meninggal dunia). Sementara itu, 53 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Editor : Firda Rachmawati
