Skandal Video Syur Guru dan Siswi Gorontalo Dinilai Child Grooming, Ternyata Ini Arti dan Dampaknya!
Di sisi lain, ada pula netizen yang turut prihatin dengan beredarnya video syur tersebut. Bahkan, ada yang menyebut tindakan yang dilakukan guru itu merupakan child grooming.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INLAHKORAN, Bandung - Skandal video syur yang terjadi antara guru dan siswi di Gorontalo baru-baru ini membuat heboh media sosial.
Tak sedikit netizen yang meminta link video syur yang dilakukan guru dan siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Gorontalo tersebut.
Di sisi lain, ada pula netizen yang turut prihatin dengan beredarnya video syur tersebut. Bahkan, ada yang menyebut tindakan yang dilakukan guru itu merupakan child grooming.
Lantas, apa arti child grooming dan dampaknya untuk korban? simak penjelasannya di sini.
Secara umum, child grooming adalah upaya seseorang untuk menjalin hubungan kepercayaan dengan seorang anak (yang bukan keluarganya). Tujuannya adalah agar pelaku bisa melakukan pelecehan seksual terhadap anak tersebut di kemudian hari.
Child grooming dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan oleh siapa saja, mulai dari guru, pelatih, hingga orang asing. Selain memanipulasi untuk tujuan seksual, pelaku sering kali juga memanipulasi emosi anak atau melakukan kekerasan psikis, yang dapat merusak kondisi mental anak.
Pelaku child grooming sering membangun hubungan dengan anak dan keluarganya dalam jangka waktu yang panjang, bisa berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun.
Sebagai contoh, pelaku mungkin akan berteman dengan keluarga dan menjalin hubungan baik dengan anak, lalu secara bertahap menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya.
Semua ini dilakukan untuk membangun kepercayaan agar pelaku dapat dengan mudah melakukan pelecehan seksual di masa depan.
Dampak Child Grooming
Perbedaan usia merupakan salah satu bentuk ketimpangan kekuasaan. Selain itu, anak-anak sering diajarkan untuk menghormati orang dewasa dan yang lebih tua.
Hal ini sering dimanfaatkan oleh pelaku child grooming. Meskipun demikian, tindakan ini secara umum dapat berdampak negatif pada perkembangan anak.
Ketika seorang anak menjadi korban child grooming, tindakan pelecehan seksual ini dapat membingungkan perasaan anak tersebut. Pelaku mungkin menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang tidak biasa diberikan oleh orang dewasa lain, atau bahkan mengizinkan anak melakukan hal-hal yang tidak biasanya diizinkan oleh orang dewasa lain.
Seiring waktu, anak atau remaja yang menjadi korban grooming mungkin mengalami berbagai dampak. Pada awalnya, mereka bisa mengalami kesulitan tidur, kecemasan, atau kesulitan berkonsentrasi di sekolah.
Dalam jangka panjang, anak mungkin mulai menarik diri, menjadi tidak komunikatif, serta merasa marah atau frustrasi.
Dampak jangka panjang dari child grooming juga bisa berupa kecemasan dan depresi, yang bisa terus berlanjut hingga dewasa, meninggalkan trauma mendalam.
Inilah gambaran mengenai child grooming dan dampak yang mungkin dialami anak. Istilah ini merujuk pada upaya seseorang untuk membangun hubungan kepercayaan dengan anak agar bisa melakukan pelecehan seksual di masa depan.
Editor : Firda Rachmawati

