Askar Kauny Gelar Akademi Guru, Siapkan Standardisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur’an

Yayasan Askar Kauny menyelenggarakan kegiatan Standardisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur’an Metode Kauny.

Askar Kauny Gelar Akademi Guru, Siapkan Standardisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur’an
Standarisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur'an Yayasan Askar Kauny.

INILAHKORAN, Depok - Yayasan Askar Kauny melalui Divisi Program Pendidikan, khususnya Program Akademi Guru, menyelenggarakan kegiatan Standardisasi dan Pengembangan Guru Al-Qur’an Metode Kauny. Kegiatan ini berlangsung hingga 21 November dengan mengusung format hybrid, yaitu pembelajaran secara langsung di Ma'had Askar Kauny Cinere, Depok, serta secara daring melalui Zoom Meeting.

Program ini merupakan salah satu ikhtiar strategis Askar Kauny dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang lebih berkualitas melalui peningkatan kompetensi, standardisasi, dan pengembangan profesionalisme guru Al-Qur’an. Melalui Akademi Guru, Askar Kauny ingin menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus pengembangan kapasitas bagi para pendidik Al-Qur’an agar mampu menjalankan perannya secara lebih optimal di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi berpengalaman di bidang pendidikan dan pengembangan Al-Qur’an, di antaranya Ustaz Bobby Herwibowo, Founder Metode Kauny; Ustaz Reza Rendy; Ustaz Hodam Wijaya, Coach Ferdinal Lafendry, ustaz Hilal Achmad, serta Ustaz Syahrul Muttaqin. 

Ustaz Dody Halim selaku pimpinan Yayasan Askar Kauny menyampaikan bahwa peningkatan kualitas guru Al-Qur’an merupakan kebutuhan mendesak yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Dody menyoroti masih banyaknya imam masjid di berbagai daerah, khususnya di lingkungan masyarakat, yang kemampuan membaca Al-Qur'annya belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah yang semestinya. Kondisi ini menjadi perhatian karena kualitas bacaan imam turut memengaruhi kekhusyukan jamaah dalam melaksanakan ibadah salat.

Selain persoalan kompetensi, kesejahteraan guru ngaji juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit guru Al-Qur'an yang menerima kafalah atau honorarium dalam jumlah terbatas. Akibatnya, sebagian guru harus mencari pekerjaan tambahan, seperti berjualan, sehingga waktu dan konsentrasi untuk mengajar menjadi terbagi.

"Melalui Akademi Guru Askar Kauny, kami berharap lahir guru-guru Al-Qur'an yang semakin terstandardisasi, meningkat kualitasnya, dan memiliki kesejahteraan yang lebih baik. Pada akhirnya, keberadaan guru-guru Al-Qur'an yang berkualitas diharapkan menjadi salah satu faktor penting dalam membaiknya akhlak umat," jelas Ustaz Dody.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah Al-Qur'an, dan sosial kemanusiaan, Askar Kauny memandang bahwa pembangunan generasi Qur'ani tidak dapat dilepaskan dari kualitas para pendidiknya.

Karena itu, Akademi Guru dihadirkan bukan sekadar sebagai program pelatihan, tetapi sebagai laboratorium pengembangan kompetensi dan standardisasi guru Al-Qur'an. Melalui program ini, Askar Kauny berupaya membangun standar pembelajaran yang terarah, meningkatkan kemampuan pedagogi, memperkuat pemahaman Al-Qur'an, serta membuka peluang pengembangan karier bagi para guru.

Dalam sesi keynote speaker, Ustaz Bobby Herwibowo, selaku Founder Metode Kauny, menyampaikan penguatan filosofi pembelajaran Al-Qur'an yang menjadi salah satu landasan pengembangan metode Kauny.

Ustaz Bobby menekankan bahwa proses mengajarkan Al-Qur'an harus memiliki landasan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan dilakukan dengan pendekatan yang mudah serta menyenangkan. Dia menjelaskan pentingnya metode talaqqi, yaitu proses belajar dengan cara guru membacakan ayat dan murid mengikuti bacaannya.

Menurutnya, proses tersebut selaras dengan bagaimana Rasulullah menerima wahyu melalui Malaikat Jibril, kemudian mengajarkannya kepada para sahabat dan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Dan ingat, jangan terburu-buru. Menghafal Al-Qur'an bukan tentang seberapa cepat kita menyelesaikan hafalan, tetapi bagaimana Al-Qur'an benar-benar tersimpan di dalam dada dan menjadi bagian dari kehidupan," imbuh ustaz Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, Akademi Guru Askar Kauny juga diperkenalkan sebagai laboratorium bersama untuk melahirkan dan mengembangkan generasi pendidik Al-Qur'an. Angkatan pertama ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam mencetak guru-guru Al-Qur'an berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.

Memasuki sesi materi inti, peserta mendapatkan pembekalan Metode Kauny yang disampaikan oleh Ustaz Hilal Achmad. Para peserta diperkenalkan dengan teknik mudah menghafal Al-Qur'an melalui pendekatan Menghafal Al-Qur'an Semudah Tersenyum.

Pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan mengingat lafaz ayat, tetapi juga memahami arti dan kandungannya. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran yang membantu masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur'an.

Selain materi Metode Kauny, rangkaian Akademi Guru Askar Kauny juga mencakup pembelajaran tahsin Al-Qur'an, pedagogi dan kepengasuhan, tadabbur Al-Qur'an, public speaking, serta microteaching dan praktik mengajar.

Penyelenggaraan Akademi Guru menjadi bagian dari komitmen Askar Kauny dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan Al-Qur'an. Askar Kauny meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kapasitas para pendidik yang menjadi garda terdepan dalam mengenalkan, mengajarkan, dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an kepada masyarakat.***


Editor : Irma Nurfajri