Hampir 90 Guru di Cimahi Pensiun di 2026, Regenerasi Kepala Sekolah Jadi Prioritas

Hampir 90 guru di Cimahi diperkirakan pensiun sepanjang 2026. Pemkot menyiapkan regenerasi dan pemetaan kebutuhan kepala sekolah untuk mencegah kekosongan

Hampir 90 Guru di Cimahi Pensiun di 2026, Regenerasi Kepala Sekolah Jadi Prioritas
Ilustrasi guru

INILAHKORAN.ID – Jumlah guru yang memasuki masa purnabakti di Kota Cimahi sepanjang 2026 diperkirakan mendekati 90 orang. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi karena berpotensi menimbulkan kekosongan jabatan kepala sekolah jika tidak diantisipasi melalui perencanaan regenerasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Cimahi Siti Fatonah mengatakan, penyiapan calon kepala sekolah menjadi salah satu prioritas untuk menjaga keberlangsungan pengelolaan satuan pendidikan.

"Rincian jadwal purnabakti menunjukkan, sebanyak 11 aparatur sipil negara (ASN) akan memasuki masa pensiun per 1 November 2026, yang terdiri dari tenaga pendidik maupun pegawai lainnya," kata Siti, Rabu (28/10/2026).

Selain itu, sebanyak delapan ASN lainnya diperkirakan memasuki masa pensiun pada Desember 2026. Dalam kelompok tersebut, terdapat seorang dokter spesialis RSUD Cibabat yang administrasi pensiunnya masih dalam proses.

Siti menegaskan, angka hampir 90 orang merupakan akumulasi guru yang pensiun sepanjang 2026, bukan jumlah ASN yang memasuki masa purnabakti dalam satu kegiatan penyerahan surat keputusan (SK).

Menurutnya, besarnya jumlah guru yang pensiun perlu diimbangi dengan persiapan calon pengganti, terutama untuk jabatan kepala sekolah. Calon pengganti harus memenuhi persyaratan sertifikasi dan kualifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Calon pengganti harus memenuhi syarat sertifikasi dan kualifikasi yang ditetapkan, sehingga koordinasi lintas perangkat daerah harus diperkuat sejak saat ini agar tidak terjadi kekosongan jabatan," jelasnya.

Kompetensi Guru dan Pembentukan Karakter Siswa

Selain regenerasi kepemimpinan, Siti mengingatkan tenaga pendidik agar terus memperbarui kompetensi, terutama dalam penguasaan teknologi dan pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia.

"Sekolah tak hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia," sebutnya.

Ia menilai, pengawasan dan pembinaan terpadu yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, ASN yang telah memasuki masa purnabakti diharapkan tetap berkontribusi positif bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Pemkot Cimahi Petakan Kebutuhan Kepala Sekolah

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, regenerasi kepemimpinan di satuan pendidikan harus dipersiapkan sejak dini agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

"Jangan sampai terjadi kekosongan jabatan. Begitu ada kepala sekolah yang memasuki masa pensiun, penggantinya harus segera dipersiapkan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan baik," kata Ngatiyana.

Sebagai langkah transisi, sebanyak 15 kepala sekolah mendapatkan penugasan kembali untuk periode kedua guna menjaga stabilitas pengelolaan sekolah.

Meski demikian, pengisian jabatan tetap harus mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi calon, dan peraturan yang berlaku.

Ngatiyana meminta Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan BKPSDMD untuk memetakan kebutuhan kepala sekolah secara menyeluruh, mulai dari jenjang TK/PAUD hingga SD dan SMP.

"Saya minta Dinas Pendidikan bekerja sama dengan BKPSDMD melakukan pemetaan menyeluruh kebutuhan kepala sekolah dari jenjang TK/PAUD hingga SD dan SMP, sehingga proses regenerasi dapat berjalan terencana dan berkelanjutan," paparnya.

Melalui pemetaan tersebut, Pemkot Cimahi berharap regenerasi kepemimpinan sekolah dapat berlangsung secara terencana sehingga kekosongan jabatan akibat pensiun dapat diantisipasi dan pengelolaan pendidikan tetap berjalan optimal.


Editor : Ahmad Sayuti