Apa Itu Child Grooming? Istilah yang Ramai Dibahas Usai Buku Broken Strings Viral

Istilah child grooming belakangan ramai diperbincangkan publik setelah buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans menjadi sorotan. 

Apa Itu Child Grooming? Istilah yang Ramai Dibahas Usai Buku Broken Strings Viral
Mengenal istilah child grooming yang belakangan ramai dibahas.

INILAHKORAN.ID - Istilah child grooming belakangan ramai diperbincangkan publik setelah buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans menjadi sorotan. 

Buku tersebut memicu diskusi luas tentang hubungan tidak sehat, manipulasi emosional, serta pentingnya kesadaran akan bahaya relasi yang melibatkan anak di bawah umur.

Lantas, apa sebenarnya child grooming? Mengapa isu ini dianggap serius dan perlu dipahami oleh masyarakat?

Pengertian child grooming

child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak atau remaja dengan tujuan membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan. Proses ini sering dilakukan secara perlahan, halus, dan tidak disadari oleh korban maupun orang di sekitarnya.

Dalam banyak kasus, pelaku tidak langsung melakukan tindakan kekerasan, melainkan menciptakan rasa aman palsu, perhatian berlebihan, dan hubungan yang tampak “spesial”.

child grooming biasanya berlangsung dalam beberapa tahap, antara lain:

  1. Mendekati korban secara emosional, memberi perhatian intens, pujian, atau hadiah
  2. Menciptakan rasa ketergantungan, membuat korban merasa hanya pelaku yang memahami dirinya
  3. Memisahkan korban dari lingkungan sekitar, baik secara emosional maupun sosial
  4. Menormalkan perilaku tidak pantas, sehingga korban merasa bingung, bersalah, atau takut untuk bercerita

Proses ini bisa terjadi di dunia nyata maupun melalui media digital seperti media sosial dan pesan pribadi.

Mengapa child grooming Sulit Disadari?

Salah satu alasan child grooming berbahaya adalah karena tidak selalu terlihat sebagai kekerasan. Hubungan yang terbangun kerap tampak seperti relasi biasa, bahkan dianggap romantis atau penuh perhatian.

Korban sering kali:

  1. Tidak menyadari dirinya sedang dimanipulasi
  2. Merasa bersalah atau takut disalahkan
  3. Bingung membedakan kasih sayang dan kontrol
  4. Tak berani bicara karena pelaku memiliki pengaruh atau kekuasaan

Dampak Psikologis child grooming

  • child grooming dapat meninggalkan dampak jangka panjang, seperti:
  • Trauma emosional dan luka psikologis
  • Gangguan kepercayaan diri
  • Sulit membangun hubungan sehat di masa depan
  • Rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri

Banyak korban baru menyadari apa yang mereka alami bertahun-tahun kemudian, setelah memahami pola manipulasi tersebut.

Ramainya pembahasan child grooming tidak lepas dari keberanian para penyintas yang mulai bersuara, termasuk melalui karya tulis dan memoir. Buku Broken Strings menjadi salah satu pemantik diskusi publik tentang pentingnya edukasi relasi sehat dan perlindungan anak.


Editor : Firda Rachmawati