Broken Strings Ramai Spekulasi, Aurelie Moeremans Tegaskan Bukan Buku Bongkar Identitas
Aurelie menyampaikan bahwa Broken Strings bukan ditulis untuk menjadi ajang menghakimi atau mencari “siapa di balik siapa”.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Popularitas buku Broken Strings membawa dampak tak terduga bagi Aurelie Moeremans. Di tengah respons emosional pembaca, muncul kecenderungan publik mengaitkan tokoh-tokoh fiksi dalam buku tersebut dengan figur nyata di dunia hiburan.
Fenomena ini memicu perdebatan luas di media sosial, bahkan menyeret sejumlah nama publik ke dalam dugaan yang belum tentu benar. Situasi tersebut mendorong Aurelie untuk angkat bicara dan meluruskan persepsi pembaca.
Melalui unggahan di Threads, Aurelie menyampaikan bahwa Broken Strings bukan ditulis untuk menjadi ajang menghakimi atau mencari “siapa di balik siapa”. Ia menegaskan bahwa buku itu lahir dari kebutuhan pribadi untuk bercerita tentang luka batin dan perjalanan penyembuhan.
Aurelie mengaku tidak nyaman melihat asumsi yang berkembang tanpa dasar jelas, terlebih jika asumsi tersebut berubah menjadi serangan terhadap karakter atau individu tertentu. Ia juga menegaskan bahwa publik bebas berpendapat, namun tidak seharusnya menyerang orang lain hanya berdasarkan dugaan.
Aktris Story of Kale: When Someone’s in Love itu berharap pembaca dapat memahami konteks emosional buku tersebut dan menjadikannya sebagai ruang refleksi, bukan sumber konflik baru.
Di akhir pesannya, Aurelie menyampaikan harapan agar Broken Strings tetap menjadi medium edukasi dan empati, bukan alat untuk menciptakan sasaran perundungan di ruang publik.
Editor : Firda Rachmawati

