Sosok “Kelly” di Buku Broken String Minta Maaf, Aurelie Moeremans Ungkap Pengakuannya

Aurelie Moeremans mengungkap pengakuan dari sosok 'Kelly' yang akhirnya meminta maaf

Sosok “Kelly” di Buku Broken String Minta Maaf, Aurelie Moeremans Ungkap Pengakuannya
Aurelie ungkap sosok Kelly yang akhirnya minta maaf padanya

INILAHKORAN.ID - Buku memoar Broken String karya Aurelie Moeremans terus menjadi perbincangan publik. Karya tersebut mengisahkan perjalanan hidup Aurelie, khususnya pengalaman pahitnya di masa remaja saat menjadi korban grooming oleh sosok kekasih yang dalam buku disamarkan dengan nama Boby.

Tak hanya Boby, tokoh lain bernama Kelly juga ikut mencuri perhatian pembaca. Dalam kisah tersebut, Kelly digambarkan sebagai pihak yang sempat memberikan kontak Aurelie kepada Boby setelah hubungan mereka berakhir, tindakan yang memicu reaksi keras dari publik.

Tokoh Kelly pun menjadi bahan spekulasi di media sosial. Sejumlah warganet menduga sosok tersebut merujuk pada figur publik tertentu karena adanya kemiripan ciri, bahkan ada yang mengaitkannya dengan Kimberly Ryder. Meski demikian, baik Aurelie Moeremans maupun Kimberly Ryder tidak pernah memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan tersebut.

Di tengah ramainya spekulasi, Aurelie Moeremans akhirnya memberikan pembaruan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa sosok Kelly telah menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf.

“Update: Tokoh ‘Kelly’ menghubungiku dan meminta maaf,” tulis Aurelie.

Dalam pesan tersebut, Kelly menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk saat memberikan kontak Aurelie kepada Boby. Ia menyebut kejadian itu terjadi karena kepolosan dan ketidaktahuan mereka di usia remaja.

“Tidak pernah ada niat jahat. Semua terjadi karena kami sama-sama masih remaja dan polos saat itu. Aku juga tidak menyangka akan membaca bukumu,” lanjut Aurelie mengutip isi pesan Kelly.

Aurelie sendiri mengaku telah memaafkan Kelly sejak lama. Ia menyadari bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika mereka masih berada di fase remaja dengan minim pemahaman dan kedewasaan.

Meski begitu, Aurelie merasa lega karena persoalan masa lalunya kini dapat diselesaikan secara terbuka dan damai.
“Sebenarnya aku sudah memaafkan sejak lama, tapi aku bersyukur akhirnya semua bisa diselesaikan dengan baik dan jelas,” tutupnya.


Editor : Firda Rachmawati