Roby Tremonti Diduga Sindir Buku Broken Strings: Ditulis Saat Penulisnya di Luar Negeri

Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik setelah ia diduga menyindir Aurelie Moeremans terkait buku Broken Strings

Roby Tremonti Diduga Sindir Buku Broken Strings: Ditulis Saat Penulisnya di Luar Negeri
Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik setelah ia diduga menyindir Aurelie Moeremans terkait buku Broken Strings

INILAHKORAN.ID - Pernyataan Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik setelah ia diduga menyindir Aurelie Moeremans terkait buku Broken Strings yang belakangan ramai diperbincangkan. 

Sindiran tersebut menyinggung proses penulisan buku yang disebut dilakukan saat penulisnya tidak berada di Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, Roby mempertanyakan kredibilitas narasi dalam buku tersebut. Ia menilai penulisan sebuah kisah personal menjadi janggal apabila dibuat ketika sosok yang bersangkutan berada di luar negeri.

“Nulis buku nyebrang laut, orangnya lagi nggak di Indonesia. Lucu nggak sih?” ujar Roby, seperti dikutip dari pernyataannya yang viral.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, ucapan Roby diduga kuat diarahkan kepada Aurelie Moeremans, penulis buku Broken Strings yang mengangkat kisah relasi toksik dan pengalaman traumatis. Buku tersebut sebelumnya menyita perhatian publik dan memicu spekulasi mengenai sosok-sosok yang terlibat di dalamnya.

Sindiran Roby ini muncul di tengah ramainya dugaan bahwa dirinya merupakan tokoh “Bobby” yang diceritakan dalam buku tersebut. Namun Roby secara tegas membantah tudingan itu dan menyebut berbagai narasi yang beredar tidak disertai bukti konkret.

Selain menyinggung lokasi penulisan buku, Roby juga sempat mempertanyakan gaya bahasa yang digunakan dalam Broken Strings. Ia menilai pilihan kata dalam buku tersebut terlalu rapi dan terkesan tidak alami, sehingga memunculkan dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam proses penulisannya.

Hingga saat ini, Aurelie Moeremans belum memberikan tanggapan terbuka terkait sindiran Roby tersebut. Polemik ini pun terus memancing perhatian warganet, dengan beragam pandangan mengenai batas antara kebebasan berekspresi, pengalaman personal, dan dampaknya terhadap pihak lain yang disebut-sebut dalam sebuah karya.


Editor : Firda Rachmawati