Roby Tremonti Akui Hubungi Suami Hesti Purwadinata, Ungkap Alasan dan Singgung Opsi Hukum

Roby Tremonti secara terbuka mengakui bahwa dirinya menghubungi suami Hesti Purwadinata.

Roby Tremonti Akui Hubungi Suami Hesti Purwadinata, Ungkap Alasan dan Singgung Opsi Hukum
Roby Tremonti akui hubungi suami Hesti

INILAHKORAN.ID - Roby Tremonti secara terbuka mengakui bahwa dirinya menghubungi Edo Borne, suami komedian sekaligus aktris Hesti Purwadinata, menyusul unggahan Hesti yang dinilai menyinggung polemik buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.

Roby menjelaskan bahwa komunikasi tersebut dilakukan melalui direct message (DM) Instagram dan WhatsApp. Ia bahkan membacakan secara langsung isi pesan yang dikirimkannya kepada Edo Borne.

“Do, gimana kabar? Gue dapat kabar dari teman gue, Hesti ikut-ikutan sebarin link bukunya Aurelie,” ujar Roby menirukan isi pesannya.

Menurut Roby, langkah tersebut diambil karena ia merasa tersakiti secara personal dan profesional. Ia mengaku keberatan dengan unggahan Hesti yang dianggap mendukung narasi dalam buku Broken Strings serta menyiratkan harapan agar sosok “Bobby” tidak lagi mendapat ruang di industri hiburan.

Roby menilai pernyataan tersebut berdampak langsung pada pekerjaannya sebagai aktor. Ia mempertanyakan dukungan Hesti yang menurutnya datang dari seseorang yang mengenal dirinya secara langsung karena pernah bekerja bersama di dunia syuting.

“Wajar nggak saya sakit hati? Sangat wajar. Dia tahu orangnya, pernah syuting bareng, lalu memvalidasi dan berharap saya tidak lagi diberi panggung. Pekerjaan saya di dunia syuting, artinya itu seperti ingin saya diboikot,” ungkap Roby.

Lebih lanjut, Roby juga menyinggung kemungkinan menempuh jalur hukum terkait unggahan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan belum ada keputusan final untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Saya mengatakan apabila diperlukan, bukan berarti saya pasti akan ke jalur hukum,” jelasnya.

Sebagai informasi, buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans berisi perjalanan hidup sang aktris, termasuk pengalaman traumatis yang ia alami sebagai penyintas child grooming. Buku tersebut memicu perbincangan luas dan menyeret banyak pihak ke dalam pusaran polemik, termasuk Roby Tremonti.


Editor : Firda Rachmawati