Diduga Sindir Roby Tremonti, Hesti Purwadinata Beri Komentar Menohok

Alih-alih dianggap sebagai klarifikasi, Hesti menilai reaksi tersebut justru memperkuat dugaan publik.

Diduga Sindir Roby Tremonti, Hesti Purwadinata Beri Komentar Menohok
Diduga Sindir Roby Tremonti, Hesti Purwadinata Beri Komentar Menohok

INILAHKORAN.ID - Gelombang dukungan terhadap Aurelie Moeremans terus mengalir sejak kisah pilu masa lalunya terungkap ke publik. Tak hanya dari masyarakat, sejumlah rekan artis juga menyatakan empati dan keberpihakan, salah satunya Hesti Purwadinata. Namun, dukungan tersebut justru berujung pada ancaman serius.

Hesti Purwadinata diketahui menerima pesan bernada ancaman hukum yang diduga berasal dari sosok pelaku child grooming yang diceritakan dalam buku memoar Aurelie Moeremans. Ancaman tersebut turut menyasar sang suami, Edo Borne, dengan peringatan bahwa keduanya akan dibawa ke jalur hukum.

Meski demikian, Hesti dan Edo memilih untuk tidak menggubris pesan tersebut. Keduanya enggan memberikan respons langsung dan tetap berdiri di posisi mendukung korban.

Di tengah ramainya perbincangan, publik ramai berspekulasi mengenai identitas pelaku child grooming yang kisahnya disamarkan dalam buku Aurelie. Sejumlah warganet menduga ciri-ciri yang diungkap merujuk pada aktor Roby Tremonti, meski hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang menyebutkan nama secara eksplisit.

Spekulasi itu kian memanas setelah Hesti Purwadinata mengunggah pernyataan bernada sindiran di media sosial Threads. Unggahan tersebut diduga menyinggung sikap Roby Tremonti yang sebelumnya mengaku kecewa terhadap isi buku Aurelie dan menilai kisah tersebut mencemarkan nama baiknya.

Alih-alih dianggap sebagai klarifikasi, Hesti menilai reaksi tersebut justru memperkuat dugaan publik.
“Ketika klarifikasi jadi konfirmasi #leboktahsia,” tulis Hesti dalam unggahannya, dikutip Rabu (14/1). 

Sementara itu, media sosial Roby Tremonti ramai diserbu komentar warganet. Banyak yang mengecam dugaan praktik child grooming dan mendesak adanya konsekuensi sosial berupa cancel culture. Isu ini pun memicu diskusi luas soal keberanian korban bersuara, perlindungan terhadap penyintas, serta tanggung jawab publik figur atas masa lalunya.

Hingga kini, polemik seputar kisah Aurelie Moeremans masih terus berkembang dan menjadi perhatian besar publik, terutama terkait pentingnya keberpihakan pada korban serta penanganan isu child grooming secara serius dan berkeadilan.


Editor : Firda Rachmawati