SMKN 4 : Budaya Titip Menitip, Penyakit PPDB

Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Barat tahun 2020 diwarnai beredarnya surat berkop DPRD Jabar yang merekomendasikan seorang calon siswa agar diterima di sekolah negeri. Surat ditujukan ke Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Bandung dengan tujuan tertulis 'Rekomendasi Sekolah'.

SMKN 4 : Budaya Titip Menitip, Penyakit PPDB
Kepala SMKN 4 Bandung Asep Tapip/ foto: INILAH/Okky Adiana

 

INILAH, Bandung - Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Barat tahun 2020 diwarnai beredarnya surat berkop DPRD Jabar yang merekomendasikan seorang calon siswa agar diterima di sekolah negeri. Surat ditujukan ke Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Bandung dengan tujuan tertulis 'Rekomendasi Sekolah'.

Mengenai surat tersebut, Kepala SMKN 4 Bandung Asep Tapip menyebutkan seleksi siswa berdasarkan sistem yang dibuat. Misalnya, kalau jalur prestasi minimal nilainya 80, kalau jalur tidak mampu, pakai jalur tidak mampu, kalau jalur anak berkebutuhan khusus (ABK), jalur yang berkebutuhan khusus dan kalau prestasi olahraga, yang jago olahraga, jadi intinya sesuai prosedur.

"Harapan saya mah sesuai protap Covid-19 yaitu caricing (diam) di rumah, jangan banyak rekomendasi dan lainnya, daftar mah daftar, ikuti seleksi jadi selesai dan tidak riweuh dan nggak bikin kacau. 

Dia menambahkan, budaya titip menitip itu sudah tidak zaman lagi, ini penyakit PPDB. Orang yang tidak memenuhi syarat, memaksakan diri ingin masuk, itu masalahnya kalau semua taat aturan tidak akan kacau.

"Surat mah surat aja tidak akan ditolak, orang melamar silahkan masuk dan tidaknya sesuai prosedurnya," tambah Asep. (Okky Adiana).


Editor : JakaPermana