Soal Bonus Pemprov Jabar Bila Persib Juara, Erwan: Tanya Pak Gubernur
Usai menjuarai BRI Super League 2024/2025 lalu, Persib mengantongi bonus atau kadedeuh dari Gubernur Dedi Mulyadi sebesar Rp1 miliar plus ratusan juta rupiah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Usai menjuarai BRI Super League 2024/2025 lalu, Persib Bandung mengantongi bonus atau kadedeuh dari Gubernur Dedi Mulyadi sebesar Rp1 miliar plus ratusan juta rupiah yang berasal dari patungan ASN di lingkungan Pemprov Jabar.
Tahun ini, bonus untuk Beckham Putra dan kawan-kawan dari Pemprov Jabar masih menjadi tanda tanya besar.
Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengaku belum mengetahui secara pasti, bakal ada kucuran bonus atau tidak, bagi skuad Persib dari Pemprov bila menjuarai BRI Super League 2025/2026.
"Nanti saya tanya Pak Gubernur, saya ditugaskan Pak Gubernur hari ini hanya untuk memimpin rapat persiapan saja. Nanti untuk bonus silakan tanya dengan Pak Gubernur," ujar Erwan saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).
Dia menjelaskan, keputusan Pemprov Jabar merupakan kewenangan dari Gubernur Dedi Mulyadi. Termasuk mengenai ada tidaknya bonus bagi Persib bila mampu menjuarai BRI Super League musim ini atau hatrik.
"Karena kewenangannya ada di Pak Gubernur," ucapnya.
Sebelumnya, Dedi menyampaikan bahwa euforia juara Persib jangan dilakukan terburu-buru, hingga ada kepastian dari hasil laga pamungkas kontra Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026).
Termasuk mengenai agenda pawai pesta juara Persib yang telah dirancang. Di mana ia mengingatkan, keputusan final baru akan dibuat usai laga terakhir kontra Persijap tersebut.
“Kata orang Sunda, ulah waka hajat, memeh usuk. Kita tunggu dulu, selesai kemenangannya. Baru kita laksanakan kegiatannya,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, dalam pandangan budaya Sunda, ada nilai kehati-hatian dan kesabaran sebelum merayakan hasil akhir. Menurutnya, perjalanan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pesta kemenangan benar-benar digelar.
“Jadi dalam ilmu orang Sunda itu, nggak boleh dulu menceritakan sesuatu yang belum kita jalani tuntas. Jalani dulu, satu pertandingan lagi dijalani,” tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani
