Songsong Generasi Emas 2045, Santri Mutlak Harus Kuasai Kemampuan Berbahasa dan STEM

Untuk bisa mewujudkan mimpi besar tampil menjadi generasi emas Indonesia pada 2045, para santri yang saat ini sedang menimba ilmu di pondok pesantren (ponpes) mutlak harus menguasai kemampuan berbahasa dan STEM

Songsong Generasi Emas 2045,  Santri Mutlak Harus Kuasai Kemampuan Berbahasa dan STEM
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy meresmikan Masjid Al Muhajir di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Furqon di Kecamatan Cibiuk, Rabu 21 September 2022.

INILAHKORAN, Garut - Untuk bisa mewujudkan mimpi besar tampil menjadi generasi emas Indonesia pada 2045, para santri yang saat ini sedang menimba ilmu di pondok pesantren (ponpes) mutlak harus menguasai kemampuan berbahasa (internasional); dan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math).

Tidak boleh ada santri yang hanya bisa mengaji, namun gagap teknologi pada era digital seperti sekarang ini.

Hal itu diingatkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy pada peresmian Masjid Al Muhajir di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Furqon di Kecamatan Cibiuk, Rabu 21 September 2022.

Dia berharap pihak ponpes bisa menargetkan 50 persen santri Al Furqon  bisa masuk kuliah dengan jurusan hard science, seperti kedokteran, teknik mesin hingga teknik informatika.

"Karena sekarang ini masuk ke era digital, tidak boleh ada santri Al Furqon hanya bisa ngaji tapi gaptek. Gagap teknologi," ingatnya di depan pengurus dan santri Ponpes Al Furqon serta tamu undangan.

Muhadjir mengatakan, perkembangan teknologi di era informasi yang terbukan seperti sekarang, orang begitu mudah mendapatkan berbagai macam informasi hanya dari perangkat kecil smartphone. Hal itu tidak bisa dicegah. Sehingga tak ada cara lain kecuali hanya dengan menanamkan akhlakul karimah dan kemampuan anak-anak santri untuk melakukan self censor (sensor mandiri).

Muhadjir menekankan, para santri harus memiliki mimpi besar. Sebab, dengan mimpi besar maka para santri akan bekerja keras dan berusaha keras untuk meraih cita-cita besarnya.

Karena itulah, lanjutnya, kemampuan pimpinan ponpes memberikan mimpi besar kepada para santrinya menjadi penting.

Menurut Muhadjir, hanya pemimpin visioner yang bisa memberikan mimpi besar kepada anak-anak didiknya. Guru yang hebat, dan ustaz yang hebat itu kalau anak didiknya jauh lebih berhasil dibandingkan gurunya. Itulah guru hebat, ustaz hebat.

"Jadi merekalah (para santri) yang nanti akan menentukan masa depan Indonesia itu. Bukan saya. Bukan Bapak-bapak. Karena kita sebentar lagi wassalam. Tapi Indonesia itu akan ditentukan oleh generasi ini, dan salah satunya yang menentukan itu adalah alumni santri Pondok Pesantren Al-Furqon. Dan tugas kita sebagai asatiz, sebagai  mudir, sebagai pimpinan pondok harus memberikan mimpi-mimpi besar kepada santri kita. Jangan memberi mimpi kecil !" ingatnya.

Sebelumnya pada kesempatan tersebut, Wabup Garut Helmi Budiman mengatakan merasa bangga dengan keberadaan Ponpes MBS Al-Furqon Cibiuk yang bukan hanya merupakan aset Muhammadiyah maupun aset Kecamatan Cibiuk melainkan juga aset Kabupaten Garut.

Menurut Helmi, Kecamatan Cibiuk merupakan salah satu kecamatan religius yang bahkan dulunya menjadi pusat pengembangan dakwah Islam di Kabupaten Garut. Walaupun memiliki wilayah kecil, Kecamatan Cibiuk memiliki banyak pesantren dan santri. Keberadaan Ponpes MBS Al Furqon di sana dengan banyak santrinya berasal dari luar Garut itu mengokohkan kembali bila Cibiuk merupakan salah satu sentral pendidikan dakwah dan penyebaran penguatan Islam di Kabupaten Garut.(zainulmukhtar)


Editor : Ahmad Sayuti