Sopir Taxi di Filipina Diskors Usai Ketahuan Menipu Soobin TXT saat Liburan

Soobin TXT ditipu oleh sopir taxi di Filipina dan kini snag sopir diskors selama 30 hari.

Sopir Taxi di Filipina Diskors Usai Ketahuan Menipu Soobin TXT saat Liburan
Soobin TXT saat naik Taxi di Filipina.

INILAHKORAN, Bandung - Soobin TXT eiketahui tekah melakukan liburan ke Filipina yang kini jadi perhatian penggemar.

Soobin TXT mengalami awal liburan yang tak terduga dan membuat frustrasi di Filipina yang dengan cepat berubah menjadi kontroversi viral.

Sebuah video baru-baru ini berjudul 'Liburan Soobin TXT yang Sangat Menyenangkan Namun Sangat Melelahkan' yang diunggah di TOMORROW X TOGETHER OFFICIAL merekam momen ketika sang idola ditagih berlebihan oleh sopir taksi saat tiba di Cebu.

Bepergian bersama seorang teman, Soobin TXT mendarat di bandara Cebu dan berencana naik taksi ke penginapannya. 

Setelah mengecek bahwa tarifnya sekitar 300 peso (Rp85.715), Soobin TXT bercanda, “jika lebih dari 300, setidaknya kita marah sekali,” sebelum menuju ke pangkalan taksi.

Namun, situasi dengan cepat memburuk. Seorang sopir taxi awalnya menawarkan harga 500 peso (Rp142.858), dan meskipun upaya negosiasi gagal, Soobin TXT akhirnya naik. 

Situasi semakin memburuk ketika pengemudi mulai membuat alasan tentang harga bensin yang tinggi sebelum tiba-tiba meminta 1.000 peso (Rp285.632), lebih dari tiga kali lipat tarif yang diharapkan.

Jelas frustrasi, Soobin TXT bereaksi, “apa kalian dengar itu? Aku akan melaporkan ini. Tolong rekam dia mengatakan 1.000 peso. Bahkan 500 saja sudah mahal, dan sekarang dia minta 1.000.”

Meskipun kelelahan, Soobin TXT tetap teguh. “Setidaknya kita sudah sampai di suatu tempat. Kita sangat lelah."

"Tapi sebelum turun, dia menyuruh kita membayar 1.000, dan aku dengan tegas mengatakan kita akan membayar 500 dan pergi,” ungkap Soobin TXT masih tak percaya.

Klip tersebut dengan cepat menjadi viral di internet, memicu reaksi keras tidak hanya di kalangan penggemar tetapi juga di Filipina

Dan kini, Badan Pengaturan dan Perizinan Transportasi Darat (LTFRB) mengumumkan penangguhan sementara selama 30 hari untuk sopir taksi yang terlibat.

Penggemar Filipina membanjiri media sosial dengan reaksi, mengungkapkan permintaan maaf dan frustrasi. 

Komentar-komentar tersebut antara lain, “Sebagai orang Filipina, saya merasa malu,” “Saya menyesal ini terjadi,” “Dia harus dihukum dengan semestinya,” dan “Ini benar-benar mengecewakan.”***


Editor : Irma Nurfajri