Soroti Kondisi 17 Tahun Bandung Barat Berdiri, Begini Tanggapan Yayat T Soemitra

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-17 yang jatuh pada 17 Juni 2024 dinilai tak hanya menjadi sekadar perayaan belaka, namun juga menjadi momentum untuk merefleksikan diri untuk bangkit dan menjadi lebih baik.

Soroti Kondisi 17 Tahun Bandung Barat Berdiri, Begini Tanggapan Yayat T Soemitra

INILAHKORAN, Ngamprah - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-17 yang jatuh pada 17 Juni 2024 dinilai tak hanya menjadi sekadar perayaan belaka, namun juga menjadi momentum untuk merefleksikan diri untuk bangkit dan menjadi lebih baik.

Beragam persoalan yang kerap menerpa daerah otonomi pemekaran Kabupaten Bandung ini. Tak hanya dari sisi pembangunan, masalah sosial dan ekonomi pun masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dientaskan.

Hal itupun disoroti sejumlah pihak termasuk para tokoh di Bandung Barat, sebut saja Yayat T. Soemitra yang tak lain merupakan mantan Wakil Bupati Bandung Barat ke-2 periode 2013 dan 2018. 

"Usia 17 tahun ini menjadi momentum Bandung Barat untuk bisa bangkit dari berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah," kata Yayat, Kamis 20 Juni 2024.

Menurutnya, diusianya yang kian dewasa Bandung Barat harus lebih maju dan mendongkrak berbagai potensi yang ada baik itu sumber daya manusia (SDM)nya maupun dari Sumber Daya Alamnya (SDA) yang kaya.

"Masih banyak potensi di Bandung Barat yang belum terangkat dan termanfaatkan dengan maksimal. Padahal, itu merupakan aset berharga yang mampu mendongkrak roda pemerintahan agar bisa berjalan dengan cepat dan dinamis," tuturnya yang sempat menjabat Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat selama tiga bulan itu.

Yayat menilai, ada sejumlah faktor yang bisa dijadikan modal agar Bandung Barat ini bisa maju, seperti integritas, kerja keras dan kolaborasi yang jika diimplementasikan bakal mampu mendongkrak potensi Bandung Barat itu sendiri.

"Kalau tiga hal saja itu bisa diterapkan oleh semua pihak, tidak menutup kemungkinan Bandung Barat ini bakal lebih maju dan masyarakatnya akan sejahtera," ujarnya.

Meski masih banyak kekurangan, Yayat pun mengapresiasi banyaknya capaian yang sudah diraih Pemda Bandung Barat, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 sebesar 70,33 mengalami peningkatan 0,51 point jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2022 sebesar 69,82. 

Salah satu prestasi lainnya adalah, KBB kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP)  dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2023.

"Namun capaian tersebut jangan sampai dijadikan sebagai barometer untuk berpuas diri. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dientaskan," katanya.

Sebaliknya, lanjut Yayat, capaian prestasi yang diraih harus menjadi stimulan untuk mendorong kinerja Pemda Bandung Barat lebih baik, terutama dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

"Justru capaian yang diraih harus mampu mendongkrak kinerja pemerintah lebih baik, terutama dalam pelayanan," ucapnya.

"Sehingga, masyarakat bisa lebih tersentuh dan merasakan secara langsung kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka," sambungnya.

Sebab, sambung Yayat, dari kacamatanya saat ini masyarakat Bandung Barat seolah kehilangan tempat untuk mereka bisa mendapatkan perlindungan.

Hal itu tidak terlepas dari kepala daerah yang juga sebagai nahkoda yang harus membawa  bahtera yang membawa penumpangnya ke arah tujuan yang benar dengan selamat.

"Ibarat nahkoda, bupati harus mampu membawa semua warganya ke dermaga yang benar sesuai tujuan dengan selamat," tandasnya.****


Editor : Ahmad Sayuti