INILAH, London - Raheem Sterling tak hanya andal mencetak gol. Dia juga punya hati yang baik. Dia mempersembahkan golnya saat menghancurkan Rep Ceko untuk Damary Dawkins. Siapakah Dawkins?
Damary Dawkins adalah pemain remaja di klub Crystal Palace. Masih anak sekolahan. Tapi, di usia muda, dia sudah menderita. Minggu lalu, Dawkins meninggal dunia dalam usia 13 tahun, karena leukemia.
Remaja tersebut didiagnosa menderita leukemia lymphoblastic yang akut pada 2014 lalu dan meninggal pada Minggu. Dia sempat menjalani transpalansi sel induk pada tahun baru.
Raheem Sterling, pemain yang sempat jadi korban rasialis di sepak bola Inggris, mengupayakan donor sel induk melalui media sosial untuk membantu Dawkins. Tapi itu tak mampu menyelamatkan jiwa sang pemain remaja. Itu sebabnya, Raheem Sterling memberikan penghormatan menyentuh terhadap Dawkins setelah dia membuat Inggris unggul 3-0 di Stadion Wembley, Jumat (22/3) malam itu.
Pemain Manchester City itu mengangkat kostumnya dan memperlihatkan kaus dalamnya sebagai penghormatan terhadap pelajar tersebut. "Semoga jiwamu beristirahat dengan tenang," bunyi tulisan tersebut.
Raheem Sterling terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020 itu lewat hattrick yang mengesankan. Dia pun mempersembahkan suksesnya untuk keluarga Dawkins yang menjalani pekan-pekan yang berat itu.
"Dia anak yang saya coba untuk membantu. Kami berpikir menemukan donor, sayangnya itu tidak cocok dan dia meninggal dunia. Jadi, saya berpikir harus melakukan sesuatu untuk keluarganya, membuat mereka bisa tersenyum kembali," katanya.
Pemain berusia 24 tahun itu membuka golnya dengan meneruskan umpan Jadon Sancho. Dia kemudian juga membuat Inggris mendapat hadiah penalti ketika dijatuhkan lawan, penalti yang sukses dieksekusi Harry Kane buat menggandakan keunggulan Inggris.
Penampilan mengesankan Sterling terus berlanjut memasuki babak kedua. Dia mencetak trigol perdananya untuk tim nasional Inggris, membuat pasukan Gareth Soutgate itu menang mengesankan 5-1.
Damary Dawkins didiagnosa mengalami leukemia lymphoblastic akut saat berusia sembilan tahun. Ketika penyakitnya memuncak pada 2018, satu-satunya jalan untuk menyelamatkannya hanyalah dengan melakukan transplantasi sel induk. Dia mendapatkannya setelah adanya permintaan dari African Carribean Leukemia Trust (ALCT), manajer Crystal Palace Roy Hodgson, dan Sterling. Tapi, setelah transplantasi sukses dilakukan, Sawkins yang merupakan anggota tim junior elite Crystal Palace, tak bisa diselamatkan.