Suaminya Difitnah Maling Motor dan Tewas Dihakimi Massa, Mariani Minta Polisi Tangkap Seluruh Pelaku

Mariani istri almarhum May Winner Gultom (41Tahun) meminta Sat Reskrim Polres Bogor menangkap seluruh pelaku pembunuh suaminya.

Suaminya Difitnah Maling Motor dan Tewas Dihakimi Massa, Mariani Minta Polisi Tangkap Seluruh Pelaku
Mariani istri almarhum May Winner Gultom (41Tahun) meminta Sat Reskrim Polres Bogor menangkap seluruh pelaku pembunuh suaminya.

INILAHKORAN, Bogor - Mariani istri almarhum May Winner Gultom (41Tahun) meminta Sat Reskrim Polres Bogor menangkap seluruh pelaku pembunuh suaminya.

Kepolisian, kabarnya baru menangkap 8 orang pelaku pengeroyokan maupun pembunuhan, dari total 12 orang pelaku.

May Winner Gultom, tewas di IGD RSUD Cibinong pada 6 Januari 2025 lalu, setelah sebelumnya pada 5 Januari 2025 disiksa oleh para pelaku pengeroyokan.

"Saya berharap, semua pelaku pembunuh suami segera ditangkap oleh kepolisian," kata Mariani kepada wartawan, Minggu, 16 Maret 2025.

Mariani menuturkan, bahwa ada fitnah yang kejam hingga suaminya dibunuh oleh para pelaku.

Ia menyebut, peran kakak beradik Rozak, Wahyu dan Usup lah yang menjadi aktor intektual pembunuhan suaminya.

"Suami saya dituduh maling motor oleh pelaku bernama Rozak, lalu disebut  permah dipenjara akibat mencuri motor. Warga Kampung Pisang Karadenan Cibinong terhasut, hingga ikut menyiksa yaitu memukul dengan besi hingga kaki patah, memukul kepala dengan bambu, mencolok kemaluan, menyiram dengan air panas dan kekejaman lainnya. Bahkan, dalam video yang viral, pelaku Rozak mengancam menghabisi suami dengan pistol," tuturnya.

Ia menjelaskan terjadi salah paham, hingga suaminya difitnah oleh pelaku utama pembunuhan.

Hal itu berawal dari gadai motor yang dilakukan oleh pelaku senilai Rp 2,5 juta, dimana suaminya menjadi perantara.

Ketika ingin ditebus, rekan suami tiba-tiba yang menerima gadaian motoe tidak ditemui di rumahnya, lalu mendesak suami ikut bertanggung jawab.

"Saat itu, kami sedang ada pesanan katering, karena sering ditelepon, ia pun tidak aktifkan whatsappnya. Hal itu yang membuat mereka berpikir bahwa suami ini berkomplot dengan rekannya, hingga 5 Januari lalu suami dijemput oleh Rozak, Wahyu dan Usup lalu terjadilah pembunuhan," jelas Mariani. ***


Editor : JakaPermana