Pemprov Jabar Gelar 15 Kali Gerakan Pangan Murah Sepanjang Ramadan, Catat Tempat dan Jadwalnya...

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) telah mengagendakan, melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Ramadan, guna mengintervensi harga kebutuhan pokok.

Pemprov Jabar Gelar 15 Kali Gerakan Pangan Murah Sepanjang Ramadan, Catat Tempat dan Jadwalnya...
antarafoto

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) telah mengagendakan, melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Ramadan, guna mengintervensi harga kebutuhan pokok.

Total, ada 15 titik yang dijadwalkan dalam pelaksanaan GPM sepanjang Ramadan 1446 Hijiriah, dimana hingga sejauh ini telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali.

Plt Kepala DKPP Jabar Siti Rochani menuturkan, GPM memang merupakan strategi Pemprov dalam mengantisipasi lonjakan harga komoditas pokok yang tidak wajar.

Sebab itu, sejak awal Ramadan GPM digencarkan di sejumlah titik yang dinilai perlu pada kota/kabupaten se-Jawa Barat.

"GPM dalam menghadapi Lebaran sejak awal Ramadan sudah berjalan terus sampai dengan saat ini dan sampai nanti menjelang Lebaran," tulis Hani dalam layanan pesan, Minggu 16 Maret 2025.

Saat ini sambung dia, Pemprov Jabar masih masih menjadwalkan delapan titik GPM di sejumlah lokasi, antaranya:

- Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa 18 Maret 2025
- Kantor Kecamatan Lembang, KBB pada Rabu 19 Maret 2025
- Kantor Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Rabu 19 Maret 2025
- Kiara Sari Permai, Buah Batu, Kota Bandung, di Sabtu 22 Maret 2025
- Halaman SD Karanganyar, Kecamatan Karanganyar pada Rabu 26 Maret 2025
-Lapangan Kesenden, Kota Cirebon di Rabu 26 Maret 2025
- Kabupaten Purwakarta pada Kamis 27 Maret 2025
- Halaman Kantor Dispakan Kabupaten Bandung, pada Jumat 28 Maret 2025

Sebelumnya Hani mengaku optimistis, GPM mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar, selama Ramadan berlangsung.

Khususnya kata dia, mendistribusikan bahan pokok dengan harga terjangkau di daerah yang mengalami atau berpotensi mengalami kelangkaan serta lonjakan harga.

"Dengan demikian, masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang stabil meskipun permintaan meningkat," ucapnya.

Target GPM kata Hani, akan dilaksanakan di 27 kabupaten/kota yang menjadi barometer inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK), serta gejolak harga pangan.

Guna memastikan efektivitasnya tutur Hani, program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, dinas kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah, asosiasi/pelaku usaha pangan, serta organisasi masyarakat.

"Sumber pasokan pangan dalam program ini berasal dari petani, distributor pangan, BUMN Pangan seperti Perum BULOG dan ID FOOD, serta pelaku usaha lainnya," kata dia.

Komoditas pangan prioritas program GPM, adalah kebutuhan pokok strategis yang menjadi penyumbang inflasi atau volatile foods seperti beras, gula konsumsi, minyak goreng, bawang putih, daging sapi/kerbau dan daging ayam ras.

"Selain itu, komoditas lainnya seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang merah, serta telur ayam ras juga menjadi bagian dari program ini, untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat," sambungnya.

Salah satu mekanisme utama dalam program ini kata dia, adalah penetapan harga jual pangan yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Hal ini dilakukan dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Dengan demikian, masyarakat dapat membeli bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan tidak terpengaruh oleh spekulasi pasar," ujarnya.

Hani berharap, dengan serangkaian persiapan untuk program GPM pada Ramadan kali ini, dapat menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi pangan, meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan berkualitas, serta mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan.

"Melalui inisiatif ini, diharapkan bulan Ramadan dapat berlangsung dengan lebih tenang dan penuh berkah, tanpa beban lonjakan harga pangan yang meresahkan masyarakat," tandasnya.***


Editor : JakaPermana