Jabar Kabisa 2026 Catat Transaksi Rp384 Juta, Ribuan Pengunjung Padati Sport Jabar
Jabar Kabisa 2026 di Sport Jabar, Bandung, mencatat transaksi Rp384 juta selama dua hari. Kegiatan ini turut mendukung IKM dan UKM Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Kegiatan Jabar Kabisa 2026 yang digelar di Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, pada 8-9 Oktober 2026, mencatat nilai transaksi sebesar Rp384.068.389. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha kecil dan menengah (UKM) di Jawa Barat.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Roby Budiman, mengatakan Jabar Kabisa 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat selama dua hari pelaksanaan.
Berdasarkan rekapitulasi panitia, jumlah pengunjung tercatat sekitar 2.969 orang. Sementara itu, pengguna layanan pada hari pertama mencapai 1.206 orang dan pada hari kedua sebanyak 893 orang. Jumlah pengguna layanan pada hari kedua masih berpotensi bertambah hingga siang hari.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam rangkaian talkshow yang diikuti sekitar 550 peserta secara langsung dan 2.700 peserta secara daring melalui Zoom.
“Acara diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat dengan antusiasme yang luar biasa,” ujar Roby saat penutupan Jabar Kabisa 2026, Jumat (9/10/2026).
Jabar Kabisa 2026 Dorong Pengembangan IKM dan UKM
Menurut Roby, Jabar Kabisa 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan, tetapi juga bagian dari upaya Disperindag Jabar mendukung kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat secara lebih luas.
Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pemerintah, instansi terkait, serta mitra swasta. Kolaborasi tersebut mencakup layanan perizinan, standardisasi, perpajakan, jaminan produk halal, pengawasan produk, pembiayaan, hingga pengembangan usaha.
Sejumlah instansi yang terlibat antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Badan Standardisasi Nasional (BSN), Perum Bulog Kanwil Jabar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jabar, serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, serta sejumlah unit pelayanan teknis daerah.
Sejumlah Perusahaan Turut Mendukung Jabar Kabisa
Jabar Kabisa 2026 juga melibatkan sejumlah perusahaan sebagai mitra dan sponsor. Di antaranya PT Paragon Technology and Innovation, PT Daya Inti Gunayasa (Mr. DIY), PT Indah Jaya Textile Industry (Terry Palmer), Bank Central Asia (BCA), dan PT Indosat Tbk.
Perusahaan lain yang turut berpartisipasi yakni PT Indofood Sukses Makmur, PT Tirta Investama (Danone), PT Multistrada Arah Sarana Tbk (Achilles/Corsa), PT Insera Sena (Polygon), serta PT Ultra Jaya Milk Industry.
Keterlibatan berbagai perusahaan dan instansi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan serta membuka peluang pengembangan usaha bagi pelaku IKM dan UKM di Jawa Barat.
Jabar Kabisa Diharapkan Berlanjut dengan Konsep Inovatif
Roby berharap kegiatan Jabar Kabisa dapat terus diselenggarakan dengan konsep yang lebih inovatif agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama pelaku IKM dan UKM di Jawa Barat.
“Penyelenggaraan kegiatan Jabar Kabisa 2026 ini diharapkan menjadi bagian kecil dari pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi IKM dan UKM di Provinsi Jawa Barat. Hal inilah yang menjadi roh utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, untuk terus bergerak memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Dalam gelaran Jabar Kabisa 2026, sejumlah kegiatan turut diselenggarakan, mulai dari penyerahan sertifikasi pasar berstandar SNI, talkshow, lomba mewarnai untuk anak-anak, pasar murah, hingga layanan perizinan.
Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan IKM dan UKM di Jawa Barat.***
Editor : JakaPermana
