Sudah! Cukup 28 Tahun Liverpool Puasa Gelar

SUDAH teramat besar, kerinduan publik Anfield melihat tim kesayangan mereka juara Liga Primer Inggris. Musim ini, dalam momentum terbaik, akankah Si Merah memutus kutukan?

Sudah! Cukup 28 Tahun Liverpool Puasa Gelar
Liverpool merayakan gol kemenangan ke gawang Newcastle

SUDAH teramat besar, kerinduan publik Anfield melihat tim kesayangan mereka juara Liga Primer Inggris. Musim ini, dalam momentum terbaik, akankah Si Merah memutus 'kutukan'?

Makin besar saja, peluang The Reds memutus 'kutukan juara' yang sudah berlangsung 28 tahun. Ya, mereka terakhir kali mengangkat trofi paling bergengsi kompetisi kasta tertinggi di Inggris, yakni pada tahun 1989-1990. Setelah itu,  mereka dipaksa puasa.

Sebenarnya, Liverpool nyaris juara pada musim 2013/14 di bawah asuhan Brendan Rodgers. Tapi secara dramatis mereka harus kalah dalam persaingan di detik-detik akhir kompetisi.

Ketika itu, Liverpool tinggal memenangi laga melawan Chelsea di Anfield untuk juara. Tapi semuanya berakhir antiklimaks. The Reds menyerah 0-2 dari The Blues yang saat itu masih dibesut Jose Mourinho. Pada akhirnya, gelar juara pun jatuh ke tangan Manchester City.

Liverpool saat kalah dari Chelsea dalam laga penentu juara musim 2013/14

Kini, Liverpool diyakini punya bekal lebih baik ketimbang empat tahun lalu. Materi pemain lebih oke, dan pelatih yang digadang-gadang sebagai salah satu terbaik dunia saat ini.

The Reds pun sudah tampil menjanjikan hingga kompetisi Liga Inggris memainkan 19 laga. Mereka tak tersentuh kekalahan. Rinciannya, 16 kali menang dan tiga kali seri. Mereka unggul enam poin dari pesaing terdekatnya di papan klasemen, Tottenham Hotspur.

Jalan memang masih panjang untuk Liverpool. Tapi setidaknya, mereka mulai bisa menentukan nasibnya sendiri. Bek Dejan Lovren pun yakin betul timnya juara asalkan konsisten memenangi satu laga ke laga lainnya.

"Kami hanya fokus pada diri sendiri dan menjalani laga satu demi satu. Setiap pertandingan adalah final bagi kami," katanya dilansir BBC.

Konsistensi serta mental juara Liverpool akan benar-benar diuji pada laga selanjutnya. Mereka akan menutup tahun dengan menjamu tim raksasa asal London Utara, Arsenal di Anfield, Minggu (30/12) dini hari WIB.

"Kami hanya melihat diri kami sendiri, bagaimana kami tampil dan inilah yang diinginkan manajer dari kami. Sisanya akan mengalir. Ini hari yang bagus untuk kami, para fans, dan mari kita lakukan lagi melawan Arsenal," tandas Lovren.


Editor : inilahkoran