Sumber Mata Air Ciburial Ciomas Dijadikan Kawasan Heritage, Ini Alasan Bupati Rudy Susmanto
Sumber mata air Ciburial, di Kampung Sirnasari, Desa Pagelaran, Ciomas akan dijadikan kawasan heritage atau cagar alam oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - sumber mata air ciburial, di Kampung Sirnasari, Desa Pagelaran, Ciomas akan dijadikan kawasan heritage atau cagar alam oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Hal itu, karena debit air di sumber mata air Ciburial terus menurun selama satu dekade terakhir.
Akibatnya, air dari Sumber Mata Air Ciburial kini sudah tidak melayani kebutuhan air bersih ataupun minum Istana Merdeka Jakarta
"Saya akan membuat Surat Keputusan, agar Sumber Mata Air Ciburial yang dibuat Brlanda pada Tahun 1922 menjadi Kawasan Heritage. Agar tidak boleh ada bangunan yang dipugar, tidak boleh pohon yang ditebang dan lainnya," ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis, 15 Mei 2025.
Rudy Susmanto menuturkan, agar debit air Sumber Mata Air Ciburial tetap dan bahkan meningkat, maka akan dilakukan berbagai upaya.
"Kami akan membuat sumur resapan dan reboisasi atau penanaman pohon di Sumber Mata Air Ciburial, agar air banyak diserap dan disimpan ketika turun hujan hingga menjadi cadangan air bersih ataupun minum," tuturnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengapresiasi langkah Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sedang menambah luas area Sumber Mata Air Ciburial.
"Tadi Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Teddy Kurniawan menyebutkan bahwa jajarannya sedang membebaskan lahan masyarakat agar menambah luas area Sumber Mata Air Ciburial," kata Sastra Winara.
Sastra Winara menambahkan Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang) akan membuat kajian, lalu melindungi Sumber Mata Air Ciburial dari segi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Bappeda Litbang akan mengkaji dan mengevaluasi, agar di sekitar Sumber Mata Air Ciburial, Ciomas tetap hijau dan tetap lestari. Ijin perumahan di sekitar Kawasan Heritage ini akan kami batasi," tambahnya.
Editor : Ahmad Sayuti

