Syok! Asisten Masinis KA Argo Bromo Sebut Sinyal Lampu Eror Sebelum Tabrakan KRL
Asiten masinis KA Argo Bromo Anggrek ungkap adanya sinyal lampu eror sebelum terjadinya tabrakan dengan KRL.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Meski dalam keadaan syok, asisten masinis Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek ungkap adanya eror dalam sinyal lampu sebelum kejadian tabrakan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur.
Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek menjelaskan sebelumnya pihaknya telah menghubungi PK (Pusat Kontrol) saat melintasi Stasiun Bekasi menuju Cikatang.
Di mana seharusnya saat melintasi Stasiun Bekasi menerima sinyal lampu kuning namun kala itu sinyal lampu berwarna hijau yang selanjutnya menerima sinya lampu merah yang harusnya kuning sebelum masuk area Stasiun Bekasi Timur.
Namun sebelum menerima informasi lebih lanjut dari PK, kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terlanjut terjadi.
"Kayanya ini sinyalnya adanya ada yang eror, tadi infoin PK (pusat kendali) nya, cuman saya belum copy informasi sepenuhnya udah keburu sinyalnya merah," jelas asiten masinis.
Dia menjelaskan menerima informasi dari adanya kemungkinan eror pada lampu sinyal yang harusnya berwarna kuning namun di Stasisun Bekasi berwarna hijau yang menyebabkan Kereta Api melaju kencang.
"Harusnya itu ngga bisa merah (lampu sinyal sebelum area Stasiun Bekasi Timur) soalnya dari (stasiun) Bekasi nya ijo, koneksi harusnya, kalo ijo disini (Stasiun Bekasi) maksimal kuning ngga bisa merah (lampu selanjutnya)."
Asisten masinis juga menuturkan bahwa KA Argo Bromo Anggrek tengah melaju dalam kecepatan yang lumayan tinggi 100 km/jam karena mendapat sinyal lampu hijau di Stasiun Bekasi ke arah Cikarang.
Sebelumnya insiden kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Berdasarkan update terbaru, kejadian tragis ini telah merenggut nyawa sedikitnya 14 orang penumpang.
Dugaan awal penyebab kecelakaan beruntun ini disinyalir karena adanya keterlambatan koordinasi informasi dan kendala sinyal pasca insiden pertama yang melibatkan armada taksi yang mogok di tengah perlintasan.***
Editor : Irma Nurfajri
