Tak Banyak yang Tahu, Tepat Setahun yang Lalu, Jens Raven Bawa Indonesia Juara Piala AFF U19
Saat Jens Raven menginjakkan kaki di final Piala AFF U23 dalam laga Timnas Indonesia U23 vs Vietnam U23, peristiwa serupa terjadi tepat setahun yang lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta – Saat Jens Raven menginjakkan kaki di final Piala AFF U23 dalam laga Timnas Indonesia U23 vs Vietnam U23, peristiwa serupa terjadi tepat setahun yang lalu.
Kala itu, Jens Raven juga turun ke gelanggang. Bukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, melainkan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Tepat pada 29 Juli 2024, persis setahun yang lalu.
Saat itu, dia memperkuat Timnas Indonesia U19 yang saat itu diasuh Indra Sjafri. Timnas Indonesia U19 berhadapan dengan Thailand U19 di laga final Piala AFF U19 dan menang. Adakah hal serupa juga akan dia gapai, tepat setahun kemudian di final Piala AFF U23?
Berikut adalah berita yang dipublikasikan INILAHKORAN dari ajang final Piala AFF U19 pada 29 Juli 2024 lalu itu.
Indonesia Juara Piala AFF U-19
Menatap Cile
Menjuarai Piala AFF U19 hanyalah target antara. Target utama Indra Sjafri adalah menembus Cile tahun depan.
Indra Sjafri ingat persis peristiwa itu. Enam tahun lalu, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, di hadapan 60 ribu penonton, Witan Sulaeman dan kawan-kawan menyerah 0-2 di tangan Jepang.
Kekalahan itu membuat Timnas Indonesia U19 terhenti di perempat final Kejuaraan Asia 2018. Tiket ke Polandia, tampil di Piala Dunia U20 pun gagal diraih. Hanya empat tim terbaik yang berhak mewakili Asia.
Kenangan itu kembali dia ungkap setelah Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U19 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (29/7). Di laga final, Indonesia mengalahkan Thailand 1-0 melalui gol tunggal Jens Raven di menit ke-17.
“Dulu, kita berhasil menembus delapan besar. Kali ini, saya tetap punya keyakinan, kita bisa mencapai empat besar,” katanya.
Piala Dunia U20 adalah impian Indra Sjafri. Dia yakin, dengan kerja keras para pemain, target menembus Piala Dunia U20 itu tidak sekadar menggantang asap.
Piala AFC U20 sendiri bakal digelar di China, awal tahun depan. Untuk bisa menembus China, Jens Raven dan kawan-kawan harus lolos di babak kualifikasi lebih dulu.
Peluang Indonesia memenangkan kualifikasi cukup terbuka. Selain karena lawan di atas kertas tak ada yang menonjol, Indonesia juga akan bertindak sebagai tuan rumah.
Bergabung di Grup F, kualifikasi bakal dimainkan pada 25-29 September 2024. Rival Garuda Muda adalah Yaman, Timor Leste, dan Maladewa. Kecuali Yaman, dua pesaing lain di atas kertas bisa dilewati.
Bisa menjuarai kualifikasi tersebut, Indonesia berhak tampil di Piala AFC U20 di China, 6-23 Februari 2025. Sebanyak 16 negara ambil bagian dan hanya empat besar yang berhak mewakili Asia ke Chile.
Bekal Indonesia melaju ke China sudah ada. Garuda Muda memenangkan Piala AFF U19 setelah mengalahkan Thailand 1-0 pada pertandingan final. Ini melengkapi sukses Iqbal Gwijangge dan kawan-kawan menyapu bersih seluruh pertandingan yang dimainkan sejak penyisihan grup.
Sukses ini juga menjadi pencapaian kedua Indonesia memenangkan Piala AFF U19. Kali pertama terjadi di tahun 2013. Pertandingan juga berlangsung di Jawa Timur, yakni di Sidoarjo. Pelatihnya saat itu juga Indra Sjafri. Materi pemainnya antara lain Evan Dimas, Ilham Udin Armayn, Paolo Sitanggang, dan sejumlah nama lainnya.
Bertarung di hadapan penonton sendiri, Indonesia dan Thailand saling meraba-raba bentuk permainan pada 10 menit pertama.
Setelah itu, Indonesia mendapatkan peluang pertama pada menit ke-13 melalui sepakan Arlyansyah Abdulmanan. Sayangnya bola masih diblok bek lawan sehingga datangnya bola ke gawang melemah.
Satu menit kemudian, Thailand membalas dan hampir membuka gol setelah tendangan Thanawut Phocai masih digagalkan tiang gawang.
Senjata rahasia yang sejauh ini menjadi mesin gol Indonesia, yaitu skema bola mati kembali berjalan dengan baik. Bermula dari sepak pojok Muhammad Kafiatur pada menit ke-17, bola berhasil ditanduk tipis oleh Kadek Arel.
Sundulan Kadek lalu diteruskan oleh Jens Raven yang berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol keempatnya pada turnamen ini dan juga membawa Indonesia unggul 1-0.
Indonesia memburu gol keduanya setelah unggul satu gol dimana pada menit ke-28, melalui aksi individu, Raven mendapatkan ruang untuk menembak. Sayangnya, tendangan striker 1,89 meter itu masih melambung.
Pada menit ke-36, pasukan Emerson Pereira mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas. Namun, eksekusi Piyawat Petra yang berhasil melewati pagar hidup masih digagalkan tiang gawang.
Di akhir babak pertama, giliran Garuda Muda mendapatkan peluang yang sama. Namun, eksekusi pemain pengganti Toni Firmansyah yang menggantikan Kafiatur yang cedera, masih melebah sehingga mudah diamankan kiper Thailand Kittipong Bunma.
Memasuki babak kedua, Indonesia kehilangan satu pemainnya lagi karena cedera setelah Welber Jardim ditarik keluar untuk digantikan Figo Dennis.
Thailand mendapatkan beberapa peluang pada 25 menit pertama. Namun, beruntung tak ada yang membahayakan gawang Ikram Algiffari.
Pada menit ke-71, Indra Sjafri terpaksa menarik keluar dua pemainnya lagi karena mendapatkan cedera setelah Raven dan Muhammad Mufli Hidayat tak sanggup melanjutkan laga dan digantikan Arkhan Kaka dan Mufdi Iskandar.
Setelah kehilangan beberapa pemainnya, tempo permainan Indonesia menurun. Sebaliknya, Thailand yang mengincar gol penyama kedudukan terus-terusan menguasai jalannya laga.
Namun, usaha Negeri Gajah Putih masih gagal membuah gol karena tak sanggup menembus pertahanan Indonesia yang kokoh. Keunggulan satu gol pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
“Memasuki babak kedua, kami memang mengubah strategi. Kami mencoba memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik. Sayangnya, skema serangan balik tidak berjalan dengan sempurna,” kata Indra. (ing)
Editor : Zulfirman

