Tak Dapat Dukungan Anggaran, IMI Cirebon Batal Kirim Atlet ke BK Porprov

Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Cirebon memutuskan tidak mengirimkan atlet ke Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat (Jabar) 2025.

Tak Dapat Dukungan Anggaran, IMI Cirebon Batal Kirim Atlet ke BK Porprov
Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Cirebon memutuskan tidak mengirimkan atlet ke Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat (Jabar) 2025.

‎INILAHKORAN, Cirebon – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Cirebon memutuskan tidak mengirimkan atlet ke Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat (Jabar) 2025.

Keputusan ini diambil karena induk cabang olahraga balap itu diduga tidak mendapatkan dukungan anggaran dari KONI Kabupaten Cirebon.

Ketua IMI Kabupaten Cirebon, Otong Mulyono menjelaskan, pihaknya telah mengikuti seluruh prosedur pengajuan anggaran sesuai arahan KONI, bahkan mengajukannya sejak jauh-jauh hari. Dia juga sempat menerima janji bahwa pengajuan tersebut akan segera mendapat kepastian.

“Kami sudah mengajukan anggaran. Waktu itu malah dijanjikan dua hari ke depan setelah bertemu dengan pengurus KONI bakal ada kepastian,” kata Otong, Rabu (19/11/2025).

Namun hingga hari pelaksanaan BK Porprov, IMI tidak menerima kabar lanjutan dari KONI. Otong menyayangkan hal tersebut, mengingat IMI bukan organisasi baru dan memiliki catatan prestasi yang jelas.

Otong juga menyoroti munculnya beberapa cabang olahraga baru yang justru mendapat dukungan anggaran untuk mengikuti BK Porprov, sementara IMI tidak memperoleh porsi serupa.

“Ada cabor baru yang malah dapat dukungan anggaran. Sementara IMI tidak kebagian. Ini yang membuat kami bingung,” ujarnya.

Menurutnya, absennya IMI berdampak langsung pada para atlet yang telah berlatih lama dan mempersiapkan diri untuk kompetisi empat tahunan itu. Para pembalap disebut sangat kecewa karena kesempatan tampil tiba-tiba hilang.

“Anak-anak sudah latihan lama. Mereka sangat siap. Tapi tanpa anggaran, kami tidak mungkin memaksakan diri ikut,” tegasnya.

Otong menambahkan, IMI tetap membuka komunikasi dengan KONI dan berharap ada penjelasan resmi terkait pengalihan anggaran serta alasan tidak dialokasikannya dana untuk IMI tahun ini.

“Yang kami perlukan hanya kejelasan dan perhatian yang proporsional. Atlet ingin bertanding membawa nama Cirebon,” tegasnya. 

‎Sementara saat dikonfirmasi, Wakil Ketua 3 Bidang Binpres KONI Kabupaten Cirebon, Didin, membantah hal tersebut. Dia mengatakan, KONI telah men-support semua cabor.

Namun, karena keterbatasan anggaran, pihaknya pun tidak bisa mencukupi sesuai dengan keinginan yang diajukan oleh cabor. ‎"Semua kita support, hanya tidak bisa sesuai dengan ajuan karena keterbatasan dana," katanya. ***


Editor : Ahmad Sayuti