Tak Kehabisan Kreativitas, Warga Desa Lembang Suguhkan Replika Raksasa di Karnaval HUT ke-80 RI

Seolah tak kehabisan kreativitas, ribuan warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) suguhkan berbagai kostum unik, kendaraan hias hingga replika raksasa dalam karnaval HUT ke-80 RI pada Rabu 13 Agustus 2025.

Tak Kehabisan Kreativitas, Warga Desa Lembang Suguhkan Replika Raksasa di Karnaval HUT ke-80 RI
Seolah menjadi magnet, karnaval yang dimulai pukul 12.30 WIB itu dipenuhi ribuan warga lokal dan wisatawan dari luar kota. Bahkan, ketika karnaval selesai ditutup pada pukul 16.15 WIB, penampilan iring-iringan kontingen Desa Cibodas yang membawa berbagai macam hasil pertanian juga tak kalah mendapat perhatian. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Seolah tak kehabisan kreativitas, ribuan warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) suguhkan berbagai kostum unik, kendaraan hias hingga replika raksasa dalam karnaval HUT ke-80 RI pada Rabu 13 Agustus 2025.

Tak ingin kalah, setiap desa di Kecamatan Lembang membawa beragam replika raksasa seperti tokoh wayang, robot, tikus raksasa hingga ogoh-ogoh yang diarak para pemuda.

Seolah menjadi magnet, karnaval yang dimulai pukul 12.30 WIB itu dipenuhi ribuan warga lokal dan wisatawan dari luar kota. Bahkan, ketika karnaval selesai ditutup pada pukul 16.15 WIB, penampilan iring-iringan kontingen Desa Cibodas yang membawa berbagai macam hasil pertanian juga tak kalah mendapat perhatian.

Usai memberi salam kepada panitia, bermacam sayuran langsung dibagikan kepada masyarakat.

"Helaran karnaval tahun ini disambut antusias dibuktikan dengan membludaknya peserta ditambah masyarakat yang menyaksikan acara," kata Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Lembang, Agus Karyana kepada wartawan.

Bahkan, ungkap Agus, satu desa bisa mengirimkan tiga ribu orang, termasuk sekolah, komunitas dan instansi mungkin jumlah peserta ada 20 ribu orang. 

"Belum ditambah warga yang menyaksikan dari sisi jalan, diperkirakan yang hadir saat ini mencapai 50 ribu orang," ungkapnya.

Agus menilai, perhelatan karnaval ini tak hanya sekadar hura-hura namun lebih kepada mengedukasi masyarakat terutama kepada generasi muda agar betul-betul memaknai kemerdekaan ini dengan langkah yang positif.

"Bagi masyarakat luas, tentunya perayaan ini menjadi modal untuk lebih meningkatkan kebersamaan dan gotong royong demi kemajuan Lembang dan Indonesia umumnya," ujarnya.

Salah seorang warga, Ica (27) mengaku rela datang lebih awal agar bisa leluasa menyaksikan parade karnaval. "Berangkat dari rumah jam 10, sempat terjebak macet, tadi parkir di Borma, terus jalan kaki ke Alun-alun, cape tapi acaranya rame," kata Ica singkat.


Editor : Doni Ramdhani