Tambah Lagi 3 ASN Positif Covid-19 di Pemkot Bogor

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno di sekretariat GTPP Covid-19 Kota Bogor pada Senin (10/8/2020).

Tambah Lagi 3 ASN Positif Covid-19 di Pemkot Bogor
foto: INILAH/Rizky Mauludi

INILAH, Bogor - Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Bogor terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno di sekretariat GTPP Covid-19 Kota Bogor pada Senin (10/8/2020).

Sejauh ini, sudah ada sudah ada 20 ASN Pemkot Bogor yang dilaporkan terkonfirmasi positif.

"Ya, jadi ada tiga ASN terlaporkan positif. 1 orang pejabat Sap Pol PP dan 2 orang staf di Kesekertariatan Daerah," ungkap Dedie.

Dedie A Rachim melanjutkan, hasil positif tiga ASN Pemkot Bogor itu didapatkan hasil tes swab masif yang dilakukan Pemkot Bogor selama beberapa pekan terakhir.

"Sejauh ini sudah ada 17 ASN Kota Bogor yang tercatat terkonfirmasi positif Covid-19. Namun demikian, ke-17 orang ini sudah dinyatakan sembuh," tambahnya.

Dedie membeberkan, pada awal Maret sembilan orang didapatkan dari klaster Dinkes dan sudah sembuh. Pada Mei, dilaporkan kembali tiga orang dari Sekretaris Dewan DPRD Kota Bogor, saat ini pun sudah sembuh. 

"Terakhir Juni ada lima orang dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor positif Covid-19 dan saat ini pun sudah sembuh," bebernya.

Dedie membeberkan, pemkot sudah memberlakukan kembali kegiatan bekerja dari rumah atau work from home. Artinya, saat ini ASN yang bekerja di lingkungan pemkot sudah dikurangi 50 persen, kedua pegawai usia di atas 50 tahun, kemudian ASN mempunyai penyakit penyerta, dan ASN yang baru berpergian ke zona merah atau tinggal di wilayah zona merah. (Rizky Mauludi)


Editor : JakaPermana