Tanamkan Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Sambut Kunjungan Inspiratif SMAN 22 Kota Bandung
BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci menilai setiap warga Indonesia memiliki hak dasar untuk mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan dalam kehidupan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci menilai setiap warga Indonesia memiliki hak dasar untuk mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan dalam kehidupan mereka.
Hak itu merupakan aspek penting dari prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia yang telah telah diakui oleh konstitusi Indonesia dan norma-norma Internasional yang berlaku. Perlindungan dan kesejahteraan merupakan pilar-pilar utama dalam upaya menciptakan masyarakat yang adil, berkeadilan, dan berwawasan sosial.
Salah satu perlindungan yang diberikan negara yaitu memberikan perlindungan sosial, yaitu memastikan keberadaan warga negara sebagai makhluk sosial yang artinya manusia sebagai warga masyarakat. Perlindungan sosial merupakan sistem perlindungan yang menjaga keselamatan sosial setiap warga negara yang dikenal sebagai jaminan sosial.
Guna menciptakan kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya jaminan sosial, serta dapat mengembangkan karakter yang sesuai dengan dimensi profil pelajar Pancasila, telah dilakukan literasi dan edukasi tentang pendidikan jaminan sosial di lingkungan pendidikan tingkat menengah atas, kelembagaan dan kementerian yang terdiri dari Kemenko PMK, DJSN, Kemendikbudristek, Kemenag, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan berkolaborasi membuat modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah.
Untuk itu, sekitar 50 siswa/siswi perwakilan SMAN 22 Kota Bandung melakukan kegiatan kunjungan inspiratif ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci pada Rabu 13 November 2024 dan 20 November 2024.
Kunjungan Inspiratif ke BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dimana sekolah yang mengimplementasi modul ini akan melakukan kunjungan ke kantor cabang masing-masing BPJS untuk mendalami pemahaman proses bisnis dan product knowledge jaminan sosial.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Opik Taufik yang memberikan sambutan pada saat pembukaan kegiatan mengatakan jaminan sosial merupakan konsep yang mendasar dalam sistem perlindungan sosial yang bertujuan untuk melindungi individu dan keluarganya dari risiko ekonomi dan sosial yang dapat timbul dalam kehidupan sehari-hari.
“Filosofi utama di balik jaminan sosial di Indonesia adalah untuk menciptakan kesejahteraan sosial, menghilangkan ketidaksetaraan, dan melindungi hak-hak dasar setiap warga negara. Melalui berbagai program seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek),” jelas Opik.
Sebelumnya, telah dilaksanakan launching kegiatan Implementasi Modul P5 pada SMAN 22 Kota Bandung pada 30 Oktober 2024, edukasi literasi jaminan sosial dirancang dalam tahapan pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu kurikulum merdeka.
Selama periode April hingga September 2024 BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan telah bersama-sama menyelenggarakan sosialisasi Training of Trainer untuk penguatan guru penggerak terkait modul projek P5 di 11 wilayah kerja kedua BPJS di antaranya Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Surakarta, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Manado, Makassar, dan Bogor.
Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah para guru perwakilan dari sekolah SMA, SMK, dan MA yang telah ditentukan oleh Kemendikbudristek dan Kemenag dengan total keseluruhan yang hadir dari 11 wilayah tersebut sebanyak 235 peserta.
Sebagai informasi, BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan melalui 5 Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JKM).
“Pada projek ini diharapkan peserta didik dapat mempelajari jaminan sosial agar meningkatkan pemahaman pribadi dan berbagi pengetahuan ini dengan orang lain,” ucap Opik.***
Editor : Doni Ramdhani
