BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Berikan Perlindungan Gratis Pekerja Informal

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Boby Foriawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kolaborasi lintas institusi itu. 

BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Berikan Perlindungan Gratis Pekerja Informal
Pelaksanaan kegiatan akbar itu dilangsungkan selama dua hari, yakni pada Senin-Selasa (21-22/9/2026) di Aula Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemerintah bersama berbagai lembaga strategis nasional maupun internasional kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan perlindungan sosial yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Langkah progresif itu diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pemberian manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan secara khusus bagi para pekerja informal di Kota Bandung. 

Program itu mengusung semangat “Bandung Kota Peluang Untuk Semua” dengan tagline utama “Kerja Aman, Hidup Nyaman Bandung Lebih Sejahtera” demi mewujudkan perlindungan yang inklusif dan menyeluruh.  

Pelaksanaan kegiatan akbar itu dilangsungkan selama dua hari, yakni pada Senin-Selasa (21-22/9/2026) di Aula Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat. 

Acara tersebut menarik antusiasme tinggi dari para pekerja informal karena menawarkan akses kemudahan informasi pelaksanaan, persyaratan yang ringkas, serta fasilitas yang sepenuhnya gratis. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi jaring pengaman sosial yang efektif bagi masyarakat pekerja rentan di Kota Bandung.  

Inisiatif besar itu merupakan buah dari kolaborasi multisektoral yang melibatkan BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, J-PAL (Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab), Universitas Indonesia (UI), serta universitas terkemuka dunia seperti Harvard dan MIT. 

Sinergi antara lembaga pemerintah, institusi sosial, dan perguruan tinggi itu memegang peranan penting dalam memastikan bahwa program perlindungan sosial tepat sasaran dan berbasis data ilmiah yang akurat.

Acara pembukaan sosialisasi turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Nevi Hendri. Kehadiran BPS menegaskan basis data yang kuat menjadi fondasi utama dalam mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi perlindungan sosial di perkotaan.

Sedangkan, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Boby Foriawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kolaborasi lintas institusi itu. 

Dia menjelaskan, kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan bersama BPS, Dinas Sosial, J-PAL, serta berbagai perguruan tinggi bertujuan untuk memberikan pelindungan kepada masyarakat yang nota bene sangat membutuhkan pendampingan di tengah mobilitas kerja mereka yang tinggi.  

Boby juga menekankan, risiko sosial dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik saat sedang bekerja, dalam perjalanan menuju tempat kerja, maupun ketika melakukan aktivitas sehari-hari. 

Untuk itu, melalui program sosialisasi ini, negara hadir secara nyata untuk memberikan rasa aman, ketenangan, serta perlindungan hukum dan finansial bagi para peserta yang hadir.  

"Apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran program ini. Apresiasi tersebut ditujukan kepada BPS Kota Bandung, Dinas Sosial Kota Bandung, pihak J-PAL, serta jajaran perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang telah bekerja sama secara harmonis," kata Boby dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Guna memperluas cakupan kepesertaan, panitia menetapkan persyaratan yang cukup mudah bagi pekerja informal yang ingin mendaftar. Syarat tersebut meliputi usia maksimal 50 tahun, membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki telepon genggam atau smartphone, serta belum pernah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan program Bukan Penerima Upah (BPU).

Sebagai bentuk apresiasi dan stimulus nyata, para peserta yang memenuhi syarat dapat mengikuti program ini secara gratis. Mereka berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan minimal selama tiga bulan, mencakup program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta fasilitas konsumsi makan siang gratis selama kegiatan berlangsung.  

Boby memaparkan, harapan besar ke depan agar masyarakat Kota Bandung dapat hidup lebih sejahtera dan terlindungi. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program Pemerintahan Kota Bandung dalam upaya memberantas kemiskinan ekstrem.

Dia memastikan, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan mampu mendukung program pemerintah pusat, kota, maupun provinsi dalam memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Kota Bandung.


Editor : Doni Ramdhani