Tawuran Kelompok Remaja, Satu Orang Korban Putus Pergelangan Tangan
Seorang remaja asal Karawang mengalami putus pergelangan tangan kanan setelah jadi korban tawuran antarkelompok
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - tawuran dua kelompok remaja bersenjata tajam di Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Karawang memakan korban, Selasa (21/7/26).
Seorang remaja R (16) tak bisa menyelamatkan diri saat menghadapi serangan hingga pergelangan tangan kanan putus terkena sabetan. Korban dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya semakin parah.
Menurut Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan mengatakan polisi mendapat laporan telah terjadi tawuran antar dua kelompok remaja di Jalan Raya Pancawati (Cikampek-Jakarta) di Desa Pancawati Kecamatan Klari sekitar pukul 20.30 WIB.
Polisi juga mendapat laporan dalam kejadian itu ada satu orang korban yang mengalami putus pergelangan tangan hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
"Kami mendapat laporan dan langsung menuju lokasi namun sudah para remaja sudab membubarkan diri. Namun kami melakukan serangkaian tindakan polisi disekitar lokasi seperti olah tkp, pendataan saksi hingga penyelidikan guna mengungkap pelakunya," kata Cep Wildan, Selasa (21/7/21).
Menurut Wildam berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diketahui korban R (16) datang kelokasi kejadian bersama beberapa rekannya yanh diduga hendak melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain.
Saat terjadi bentrokan korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Pergelangan tangan korban putus hingga korban mengalami luka parah.
Korban merupakan remaja asal kecamatan Klari memgalami luka parah. Bahkan potongan tangan korban ditemukan oleh warga sekitar kemudian dilarikan kerumah sakit agar dapat penanganan medis
Pihak kepolisian masih mencari para pelaku dari kelompok lawan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan untuk ngejar pelakunya.
Selain itu tim unit identifikasi Polres Karawang dilibatkan untuk mendalami peristiwa tersebut.
"Kami akan terus bekerja keras agar kasus ini segera terungkap," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

