Tegas! Yenny Wahid Sering Tolak Undangan Kunjungan ke Israel: Saya Ngerti Kalau Semacam Ini
Bukan hanya dirinya, Yenny Wahid juga menyebut banyak tokoh-tokoh yang pernah mendapat undangan kunjungan ke Israel tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Aktivis perempuan, Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang dikenal dengan Yenny Wahid mengaku sering menerima undangan untuk berkunjung ke Israel.
Meski kerap mendapat undangan, Yenny Wahid dengan tegas menolak untuk berkunjung ke Israel.
Bukan hanya dirinya, Yenny Wahid juga menyebut banyak tokoh-tokoh yang pernah mendapat undangan kunjungan ke Israel tersebut.
"Kalau soal kunjungan, memang dari dulu banyak tokoh-tokoh yang diundang, saya pribadi sering sekali menerima undangan semacam ini sampai sekarang tidak pernah saya terima. Jadi saya mengerti kalau soal semacam ini," ujar Yenny Wahid dikutip dari video di Instagram.
Sebagai Ketua Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU, Yenny Wahid mengatakan bukan hanya orang yang berada di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) yang mendapat undangan ke Israel tersebut.
Menurut Yenny Wahid, alasan Israel memberikan undangan kunjungan tersebut untuk memberikan branding bahwa negara tersebut ramah terhadap Islam.
"Bukan hanya orang-orang di NU, Israel itu sangat menginginkan kedatangan orang Indonesia dan interaksi sebaik mungkin dengan orang Indonesia," ungkap Yenny Wahid.
"Jadi bukan tokoh Islam saja, tapi tokoh Islam tentu jadi sasaran utama karena ini diharapkan dapat memberikan legitimasi bahwa mereka (Israel) bersikap ramah terhadap Islam," sambungnya.
Yenny Wahid menegaskan perlu adanya tekanan terhadap Israel di tengah konflik dan genosida yang terjadi kepada rakyat Palestina.
Lebih lanjut, menurutnya, tekanan tersebut bertujuan agar Israel mengakui kedaulatan Palestina dan menghentikan genosida di Gaza.
"Yang kita lakukan sekarang ini adalah melakukan presure terhadap Israel dan juga terhadap sekutu-sekutu Israel. Jadi harus jadi bagian dunia yang melakukan tekanan terhadap Israel agar mereka mau mengakui kedaulatan Palestina dan menghentikan serangan-serangan yg terjadi secara masif di Gaza," tuturnya.
Editor : Firda Rachmawati
