Yenny Wahid Dorong Pesantren Ramah Anak untuk Jaga Marwah Pendidikan Islam

Yenny Wahid mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Ketitang Cirebon dalam mengembangkan gerakan pesantren ramah anak. 

Yenny Wahid Dorong Pesantren Ramah Anak untuk Jaga Marwah Pendidikan Islam
Yenny Wahid saat menghadiri Haul dan Haflah Imtihan ke-47 Pondok Pesantren Ketitang Cirebon. Dia menilai, gerakan pesantren ramah anak penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Sekretaris Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat NU Yenny Wahid mengapresiasi komitmen Pondok pesantren Ketitang Cirebon dalam mengembangkan gerakan pesantren ramah anak

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Haul KH Salwa Yasin, KH Asror Hasan, dan KM Adnan Amin serta Haflah Imtihan ke-47 Pondok pesantren Ketitang, Sabtu (20/6/2026) malam.

Yenny Wahid mengaku terharu dengan langkah Pondok pesantren Ketitang yang telah mendeklarasikan Gerakan Jaringan Pondok pesantren ramah anak (JPPRA) pada 23 Juni 2023 bersama puluhan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Yenny, gerakan tersebut menjadi sangat penting di tengah munculnya sejumlah kasus yang melibatkan oknum di lembaga pendidikan keagamaan dan berdampak pada citra pesantren di mata masyarakat.

"Ini penting, kita sekarang tertimpa cobaan karena ada oknum di dalamnya yang justru mengingkari agama dan melakukan tindakan di luar nalar. Itu merusak marwah pesantren," ujar Yenny.

Dia menilai, perilaku menyimpang yang dilakukan oleh oknum tidak mencerminkan pendidikan yang diajarkan di lingkungan pesantren. Karena itu, masyarakat tidak boleh menggeneralisasi kasus tersebut kepada seluruh pesantren.

"Tidak ada santri yang diajari seperti itu," katanya.

Yenny mengakui pemberitaan negatif yang muncul belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi orang tua yang hendak menitipkan anaknya ke pesantren. Namun, dia meyakinkan kasus-kasus tersebut hanya dilakukan oleh segelintir oknum.

"Orang akan merasa takut menitipkan anak ke pesantren, padahal itu ulah oknum. Kita yang harus memperbaiki citra pesantren," tuturnya.

Dia juga mengingatkan adanya pihak-pihak yang menyalahgunakan simbol dan identitas keagamaan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

"Ada oknum memakai 'jubah' pesantren melakukan hal yang tidak seharusnya. Kita yang harus menjadi garda terdepan bahwa pesantren bukan seperti itu," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yenny menegaskan, pesantren memiliki fungsi penting sebagai pelindung kelompok lemah sekaligus pusat pendidikan Islam yang menebarkan nilai rahmatan lil 'alamin.

"pesantren untuk melindungi mereka yang lemah. Apalagi jargon acara ini rahmatan lil 'alamin," katanya.

Yenny menambahkan, umat Islam harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan dunia. Menurutnya, nilai-nilai Islam harus diwujudkan melalui tindakan yang membawa kemaslahatan dan kedamaian bagi semua pihak.

"Saya mengajak seluruh elemen umat untuk bersama-sama menjaga marwah pesantren dan memperkuat peran Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta alam," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani