Imron Sebut Pesantren Jadi Benteng Generasi Muda di Tengah Tantangan Pergaulan
Bupati Cirebon Imron menilai pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral generasi muda di tengah derasnya pengaruh globalisasi pergaulan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Cirebon Imron menilai pondok Pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng moral generasi muda di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan tantangan pergaulan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam puncak Haul KH Aqiel Siraj ke-37 dan Sesepuh sekaligus Harlah ke-66 Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Minggu (20/9/2026) malam.
“Pondok Pesantren itu menjadi benteng kemajuan yang tidak lepas dari norma-norma atau akhlak,” kata Imron.
Menurutnya, Pesantren tidak hanya memberikan pendidikan keilmuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak para santri melalui keteladanan kiai.
Imron menilai pendidikan Pesantren semakin penting ketika generasi muda menghadapi persoalan pergaulan yang semakin kompleks.
“Para orang tua ini orang yang beruntung karena anaknya dipesantrenkan. Karena di situasi sekarang, di era global ini banyak anak-anak yang terpapar karena salah pergaulan,” ujarnya.
Dia berharap para santri mampu membawa bekal ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh di Pesantren ke tengah masyarakat.
“Maka santri-santri inilah yang akan bisa meneruskan bangsa dan negara kita,” tegas Imron.
Sementara itu, Ketua Panitia Kiai Afief Yahya mengatakan rangkaian Haul dan Harlah ke-66 KHAS Kempek tahun ini diisi berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial dan pengembangan kreativitas santri.
Kegiatan diawali Bahtsul Masa'il Kubro bersama LBM PWNU Jawa Barat dan dilanjutkan jalan sehat yang melibatkan santri serta masyarakat. Pesantren juga menggelar seminar Santri Tau Film sebagai ruang kreativitas bagi santri untuk menyampaikan nilai keagamaan melalui media audiovisual.
"Santri selain ngaji harus punya kreativitas yang lain, di antaranya bagaimana mengekspresikan ilmu agama atau pelajaran-pelajaran kitab dalam bentuk film,” kata Afief.
Kegiatan sosial turut digelar melalui khitanan massal yang diikuti 37 anak. Setiap peserta mendapatkan layanan khitan gratis dan sepeda. Rangkaian lainnya meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, KHAS Bersholawat, seminar, Sima'an Al-Qur'an hingga Khataman Juz 'Amma yang diikuti 431 santri putri dan 275 santri putra.
Malam puncak turut dihadiri Said Aqil Siroj dan Sultan Kacirebonan Abdul Gani Natadiningrat. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Syaikh As Sayyid Muhammad Fadhil Al Jilani.
Editor : Doni Ramdhani

