Pemkab Cirebon Raih Penghargaan OJK sebagai Penggerak Ekonomi Daerah Teraktif 2026

Pemkab Cirebon meraih penghargaan OJK sebagai pemerintah daerah teraktif penggerak ekonomi di Ciayumajakuning 2026

Pemkab Cirebon Raih Penghargaan OJK sebagai Penggerak Ekonomi Daerah Teraktif 2026
Bupati Cirebon Imron memamerkan Piagam penghargaan dari OJK Cirebon. Penghargan diberikan sebagai Pemerintah Daerah Teraktif Penggerak PED Ciayumajakuning 2026.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Teraktif Penggerak Program Pengembangan ekonomi Daerah (PED) di wilayah Ciayumajakuning Tahun 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah, termasuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK Cirebon serta Bank Indonesia (BI) atas pendampingan, pembinaan, dan kerja sama dalam memantau perkembangan perekonomian di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, dalam mendukung program pengembangan ekonomi.

"Penghargaan ini juga menjadi apresiasi atas keaktifan seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah," ujar Imron, Minggu (1/11/2026).

Dia menilai sinergi antara OJK, BI, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat, terutama dalam memantau kondisi ekonomi serta memberikan masukan bagi pemerintah untuk menentukan langkah pengembangan ekonomi daerah.

Imron berharap kerja sama tersebut dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperluas kesejahteraan warga Kabupaten Cirebon.

"Sinergi ini harus terus kita perkuat agar pertumbuhan UMKM meningkat, aktivitas ekonomi masyarakat bergerak, dan kesejahteraan warga Kabupaten Cirebon semakin luas," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026. Tahun ini, BIK telah memasuki penyelenggaraan ke-10 sejak diinisiasi OJK pada 2016.

Menurutnya, Bulan Inklusi Keuangan bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

"Kami ingin meyakinkan seluruh masyarakat, inklusi keuangan harus bisa diakses oleh semua pihak. Karena itu, dalam kegiatan ini kami juga melibatkan teman-teman penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah," jelas Agus.

Agus menyebut rangkaian kegiatan BIK 2026 juga diisi dengan berbagai agenda, di antaranya talkshow literasi keuangan, pameran lembaga jasa keuangan, serta pameran sektor perumahan dan otomotif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Ciayumajakuning.

"Kami juga menggalang donasi untuk membantu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Tengah," akunya.

Agus berharap kolaborasi antara OJK, BI, dan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. Dengan begitu, akses keuangan yang semakin luas diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Ciayumajakuning.

"Dengan semangat kebersamaan kita bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Indonesia dan pada akhirnya menumbuhkan ekonomi daerah, baik di kota maupun kabupaten se-Ciayumajakuning," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti