Terpisah 2 Dekade, Polsek Cipeundeuy Pertemukan Ayah dan Anak

Kegigihan dua anggota Polsek Cipeundeuy akhir berbuah hasil setelah berhasl mempertemukan ayah dan anak yang sudah terpisah hampir 2 dekade

Terpisah 2 Dekade, Polsek Cipeundeuy Pertemukan Ayah dan Anak
Momen haru pertemuan anak (Hendrawan) dan sang ayah Sigit Priono yang sempat terpisah selama 18 tahun. (Dokumen: Humas Polres Cimahi)

INILAHKORAN.ID – Waktu yang panjang selama hampir dua dekade, rindu yang terpendam, serta doa-doa yang tak pernah putus akhirnya menemukan jawabannya di Polsek Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Sebuah kisah haru dan menyentuh hati terukir indah, ketika seorang anak dan ayahnya yang telah terpisah selama 18 tahun akhirnya bisa bersatu kembali berkat peran aktif dan kepedulian tulus dari personel kepolisian.
 
Momen penuh air mata itu terjadi berkat upaya keras dari Kanit Propam Polsek Cipeundeuy, Aipda Wahyu Rukmana, dan Kepala SPKT, Aiptu Sugito Handoyo. 

Kedua personel ini tidak hanya menjalankan tugas dinas semata, melainkan turut merasakan empati untuk menyatukan kembali ikatan keluarga yang sempat putus ditelan waktu.
 
Diketahui, sang anak, Hendrawan, warga Kampung Cilintung RT 01/09 Desa Cipeundeuy harus merasakan pahitnya perpisahan sejak tahun 2008 silam. 

Saat itu, ayahnya, Sigit Priono yang kini berusia 58 tahun, pergi meninggalkan rumah dan menghilang tanpa kabar jelas. 

Bertahun-tahun berlalu, ketidakpastian menyelimuti hati keluarga, hingga takdir mempertemukan mereka kembali di hadapan petugas yang berhati mulia itu.
 
Saat tatapan mata keduanya saling bertatapan kembali setelah hampir dua dekade, tangis haru tak terbendung lagi. Rasa rindu yang terpendam lama meledak dalam pelukan hangat yang dinanti begitu lama. 

Keajaiban itu nyata, membuktikan bahwa cinta keluarga dan harapan tidak akan pernah benar-benar mati, sekalipun terhalang jarak dan waktu.
 
Kapolsek Cipeundeuy, AKP Suandi mengungkapkan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum yang tegas, namun juga sebagai jembatan kemanusiaan yang hangat dan dekat dengan rakyat.
 
"Ini bukti nyata dedikasi dan kepedulian kami. Polri tidak hanya bekerja di ranah hukum, tetapi juga hadir sebagai penengah dan penyambung kasih sayang yang sempat terputus," kata Suandi dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
 
Lebih lanjut, Suandi menuturkan, Aipda Wahyu Rukmana dan Aiptu Sugito Handoyo telah menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tidak hanya terpaku pada aturan, melainkan juga pada hati nurani. 

Menurutnya, ketulusan dan kepekaan sosial merekalah yang menjadi kunci keberhasilan mempertemukan kembali ayah dan anak tersebut.
 
"Mereka membuktikan bahwa kepedulian dan empati dapat membuat perbedaan besar dalam hidup seseorang," tuturnya. 

"Tugas mereka hari ini melampaui seragam yang dikenakan, mereka bertindak sebagai manusia yang peduli pada nasib sesama," tegasnya.
 
Suandi mengatakan, kisah ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi kita semua, bahwa keluarga adalah anugerah terindah yang tak ternilai harganya. 

Setelah 18 tahun lamanya menunggu, kini Hendrawan dan ayahnya bisa kembali menikmati kebersamaan, melengkapi bagian hidup yang sempat hilang.
 
"Kasus ini membuktikan bahwa Polri juga fokus pada pelayanan dan kemanusiaan. Dua personel kita telah menjadi contoh nyata akan hal tersebut," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti