Tersebar di 16 Provinsi Indonesia Timur, BGN Operasikan 480 SPPG di Wilayah 3T
Sejauh ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mampu meresmikan sebanyak 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sejauh ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mampu meresmikan sebanyak 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdepan, tertinggal, terluar (3T) yang ada pada 16 provinsi.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, penempatan seluruh SPPG ini difokuskan pada daerah-daerah dengan kriteria angka stunting kategori tinggi hingga sangat tinggi, sehingga tujuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tepat sasaran.
"Langkah strategis ini berlandaskan pada pemetaan objektif yang merujuk sepenuhnya pada basis data terpadu BGN. Penentuan lokasi dilakukan secara independen, terukur, dan transparan tanpa dipengaruhi oleh otoritas, asosiasi, maupun kepentingan pihak manapun," kata Sudaryono dikutip dari Antara, Kamis (1/10/2026).
Dia menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk memastikan intervensi gizi tepat sasaran dan tepat manfaat.
Sebanyak 480 titik SPPG tersebut beroperasi di 16 provinsi wilayah Indonesia Timur, meliputi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
"Melalui perluasan jangkauan ini, BGN terus bergerak hadir di garis terdepan untuk menjamin pemenuhan hak gizi anak-anak bangsa demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan cerdas secara merata di seluruh Indonesia," ucap Sudaryono.
Dalam rangka perbaikan tata kelola program MBG, pada 2026 BGN juga secara resmi menghentikan operasional secara permanen terhadap empat SPPG atas tindakan indisipliner dalam operasional dan tidak memenuhi standar keamanan pangan.
Editor : Doni Ramdhani

