Terungkap, Peran Oknum Prajurit TNI dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta

Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) mengungkapkan peran salah satu oknum prajurit TNI dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank berinisial MIP (37) di Jakarta.

Terungkap, Peran Oknum Prajurit TNI dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta
Terungkap, Peran Oknum Prajurit TNI dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta

INILAHKORAN - Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) mengungkapkan peran salah satu oknum prajurit TNI dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang (kacab) bank berinisial MIP (37) di Jakarta.

Danpomdam Jaya, Kolonel CPM Donny Agus, menyebut prajurit berinisial Kopda FH telah resmi ditahan karena terbukti ikut terlibat. “Perannya sebagai perantara, yakni mencari orang untuk melakukan penjemputan paksa,” jelas Donny.

Ia menambahkan, saat peristiwa itu terjadi, Kopda FH bahkan sedang dalam pencarian satuan karena tidak hadir tanpa izin dinas.

15 Orang Ditangkap, 4 Aktor Utama Teridentifikasi

Kasus ini terus dikembangkan oleh Polda Metro Jaya yang telah menangkap sedikitnya 15 orang terduga pelaku. Enam di antaranya diamankan Subdit Resmob, sementara sisanya ditangkap oleh Subdit Jatanras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary, menyebut empat orang menjadi aktor utama dalam penculikan dan pembunuhan MIP, yakni C, DH, YJ, dan AA.

Ketiganya (DH, YJ, AA) ditangkap pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 20.15 WIB. Sementara pelaku berinisial C berhasil diringkus sehari setelahnya, Minggu, 24 Agustus, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Kronologi Penemuan Jenazah

Korban MIP sebelumnya diduga diculik di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazahnya kemudian ditemukan di area persawahan, Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/8) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kondisi jasad korban mengenaskan, dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban. Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.


Editor : Firda Rachmawati