RS Polri Ungkap Luka Benda Tumpul pada Jenazah Kacab Bank di Jakarta 

Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah MIP (37), Kepala Cabang (Kacab) sebuah bank di Jakarta yang ditemukan tewas di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

RS Polri Ungkap Luka Benda Tumpul pada Jenazah Kacab Bank di Jakarta 
RS Polri Ungkap Luka Benda Tumpul pada Jenazah Kacab Bank di Jakarta 

INILAHKORAN - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungkap adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah MIP (37), Kepala Cabang (kacab) sebuah bank di Jakarta yang ditemukan tewas di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepala RS Polri, Brigjen Pol Prima Heru Yulih, menjelaskan hasil autopsi menunjukkan luka di bagian dada dan leher akibat benturan benda tumpul. Luka tersebut diduga kuat menjadi salah satu penyebab kematian korban.

“Betul, ada luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Namun, perkiraan waktu meninggal belum bisa ditentukan,” ujar Prima di RS Polri Kramat Jati, Jumat (22/8/2025).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pelaku yang terlibat maupun jenis benda tumpul yang digunakan. “Secara forensik tidak bisa dipastikan apakah benda tumpul ini digunakan oleh satu orang atau lebih,” tambahnya.

Jenazah korban diterima RS Polri pada Kamis (21/8) pukul 12.48 WIB dan langsung menjalani proses autopsi pukul 14.30 WIB. Pemeriksaan selesai sekitar pukul 19.00 WIB sebelum jasad diserahkan kembali kepada keluarga pada pukul 19.41 WIB. Saat diperiksa, korban masih mengenakan kemeja batik cokelat dan celana cokelat muda.

Sebelumnya, MIP dilaporkan menjadi korban penculikan dan pembunuhan di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Jenazahnya ditemukan warga di area persawahan, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Bekasi, pada Kamis pagi. Kondisi korban saat ditemukan mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat serta mata dilakban.

Kasus ini kini ditangani Polda Metro Jaya bersama Polres Bekasi dan telah menetapkan satu tersangka yang ditangkap di Labuan Bajo, NTT. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain.


Editor : Firda Rachmawati