Tiga Keluarga Tinggal di Puncak Gunung:
TIGA keluarga tinggal di puncak Gunung Solok Pandan. Di sana, mereka menemukan rumah sekaligus sumber penghidupan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Agus Satia Negara
Jalan setapak itu membelah lereng, naik dan turun mengikuti kontur Gunung Solok Pandan. Bagi sebagian orang, perjalanan sejauh 2,5 kilometer dari permukiman terdekat mungkin terasa melelahkan.
Namun bagi tiga keluarga di Kampung Cijanten, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, jalan itulah yang setiap hari mereka lalui.
Di puncak gunung, 16 orang dari tiga keluarga telah tinggal sejak 2010. Mereka menempati tanah warisan keluarga yang sekaligus menjadi tempat menggantungkan hidup.
Tak ada jalan raya yang bisa langsung membawa mereka pulang. Hanya jalan setapak dengan tanjakan dan turunan yang menjadi penghubung menuju permukiman di bawah.
Perjalanan itu sudah menjadi bagian dari keseharian warga, terutama orang dewasa. Namun, bagi anak-anak, perjalanan naik-turun gunung menjadi cerita tersendiri. Setiap hari mereka harus menempuh jalan tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.
Kisah kehidupan tiga keluarga di puncak Gunung Solok Pandan itu kemudian menyita perhatian setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun turun langsung melihat kondisi mereka.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengaku telah mendatangi lokasi dan melihat langsung kehidupan warga.
“Saya sudah cek langsung ke sana, melihat dan mendengar sendiri bagaimana kondisinya. Memang benar mereka bertiga keluarga itu menetap di atas gunung sejak 2010 di atas tanah warisan,” kata Jeje, Senin (5/10).
Sebelumnya, pemerintah desa telah mengajak ketiga keluarga tersebut pindah ke lokasi yang lebih dekat dengan permukiman. Namun, mereka memilih bertahan.
Lahan tempat rumah mereka berdiri juga menjadi tempat mereka bertani dan berkebun. Di sanalah sumber penghidupan berada. Meninggalkan gunung berarti meninggalkan pula kebun dan ladang yang selama ini menjadi tumpuan keluarga.
Pemerintah akhirnya memilih jalan lain. Keinginan warga untuk tetap tinggal tidak akan dipaksakan untuk berubah. Yang dicari adalah cara agar kehidupan mereka tetap berjalan tanpa membuat anak-anak kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan dengan layak.
Bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, Pemkab Bandung Barat menyiapkan bantuan biaya sewa hunian di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah. (gin)
Editor : Inilahkoran

