Timnas Gagal Total, Legowo Mundur Edy Rahmayadi?
KEGAGALAN Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2018 membuat masyarakat tanah air kecewa. Lagi-lagi, di medsos muncul desakan agar Ketum PSSI Mundur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
KEGAGALAN Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2018 membuat masyarakat tanah air kecewa. Lagi-lagi, di medsos muncul desakan agar Ketum PSSI Mundur.
Indonesia dipastikan tersingkir setelah Filipina mampu menahan imbang Thailand di Stadion Panaad, Bacolod, Filipina, Rabu (21/1) malam WIB.
Indonesia takkan mungkin mengejar perolehan Thailand dan Filipina di papan klasemen Grup B. Saat ini, kedua tim itu sama-sama mengemas poin 7 dari tiga laga. Sementara Indonesia, terbenam di posisi keempat dengan tiga poin dari dua pertandingan.
Indonesia masih menyisakan satu pertandingan melawan Filipina di SUGBK, Minggu (25/11) mendatang. Akan tetapi, laga ini sudah tak berarti apa-apa.
Seusai laga, netizen langsung meluapkan kekecewaan mereka. Bahkan, tagar #EdyOt jadi trending topic di Twitter. Mereka menginginkan Edy Rahmayadi yang kini menjabat Gubernur Sumatera Utara untuk mundur dari jabatan Ketum PSSI.
"Filipina 1-1 Thailand, piala AFF 2018. Otomatis Indonesia nggak bisa lolos ke semi-final. Sudah saatnya Pak edy rahmayadi mundur dari ketua PSSI. Rangkap jabatan menjadi gubernur sumatera utara dan juga menjadi ketua PSSI. Itu namanya maruk jabatan!,” tulis @SetiadjiDamar.
“Besok pas lawan philipina ramaikan GBK. Buat kumandangkan edy out, #EdyOut,” tulis @99setyadi.
Biang Kegagalan
Banyak faktor yang membuat prestasi Indonesia melempem di ajang Piala AFF tahun ini. Yang pertama, jelas lantaran singkatnya waktu persiapan yang dimiliki Pelatih Bima Sakti.
Bima Sakti ditunjuk sebagai pelatih skuat Garuda kurang pada 21 Oktober lalu. Atau, sekitar dua pekan jelang laga perdana timnas di kandang Singapura. Laga itu sendiri, berakhir pahit lantaran Andik Vermansyah dan kawan-kawan takluk 0-1.
Penunjukkan Bima Sakti yang terbilang mepet, tak terlepas dari kegagalan PSSI melobi Luis Milla untuk memperpanjang masa baktinya sebagai pelatih Merah Putih. Pria asal Spanyol, itu dikabarkan tak cocok dengan tawaran gaji yang diajukan PSSI.
Milla urung memperpanjang kariernya bersama Indonesia. Sempat muncul pro kontra, namun PSSI tetap pada pendiriannya untuk tidak memperpanjang kerjasama dengan pelatih asal Spanyol itu.
Faktor pemicu kegagalan timnas yang kedua, adalah bentroknya agenda Merah Putih dengan jadwal kompetisi Liga 1 Indonesia. Ya, media-media asing bahkan mengkritik hal ini. Mereka menyebut Indonesia sebagai satu-satunya negara yang masih menggelar kompetisi domestik ketika timnasnya berjuang di ajang internasional.
Editor : inilahkoran

