Tinjau Kondisi Jembatan Cigintung yang Terdampak Banjir, Komisi III DPRD KBB Temukan Fakta ini

Sejumlah perwakilan warga Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang dan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta kompensasi kepada pihak pengembang yang berencana membangun Perumahan Kota Bali di kawasan tersebut.

Tinjau Kondisi Jembatan Cigintung yang Terdampak Banjir, Komisi III DPRD KBB Temukan Fakta ini
Sejumlah perwakilan warga Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang dan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta kompensasi kepada pihak pengembang yang berencana membangun Perumahan Kota Bali di kawasan tersebut.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah perwakilan warga Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang dan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta kompensasi kepada pihak pengembang yang berencana membangun Perumahan Kota Bali di kawasan tersebut.

Tak cuma itu, mereka juga mendesak agar aliran sungai Cigintung segera dinormalisasi sebelum dilakukan pembangunan menyusul bencana banjir disertai material lumpur dan bangunan yang sempat memutus akses jembatan Cigintung yang menjadi penghubung dua desa tersebut.

"Sungai Cigintung ini udah dari dulu ada dan gak pernah banjir. Sekarang, sudah berubah akibat adanya aktivitas pembangunan jadi sering banjir kalau musim hujan," kata salah seorang warga Desa Jayamekar, Padalarang, Saki (71) saat ditemui di lokasi, Jumat 9 Mei 2025.

Sebelum adanya pembangunan, tegas Saki, pihaknya berharap sungai Cigintung segera dinormalisasi sebelum dilakukan pembangunan perumahan.

"Dulu sungai Cigintung memiliki lebar sekitar 6-7 meter dan lumayan dalam. Di atasnya itu ada kebun dan ada pengrajin coet," ujarnya.

Ketua RW 21, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Apit (55) berharap lingkungan yang ada di wilayahnya itu bisa terjaga dan terawat meski nanti bakal ada pembangunan perumahan.

"Karena kita khawatir dampak bencana yang ditimbulkan kepada masyarakat saat lahan ini dibangun. Kalau infonya, lahan yang dibangun itu 30 hektare dari luas keseluruhan 60 hektare," kata Apit.

Selain itu, sambung Apit, pihaknya berharap pengembang bisa memberikan kompensasi kepada masyarakat yang bermukim di kawasan lokasi perumahan tersebut.

"Karena selama ini kami, khususnya RW 21 Cigintung tidak pernah mendapat kompensasi," ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, hari ini jajaran komisi gabungan anggota DPRD KBB meninjau secara langsung lokasi rencana pembangunan perumahan Kota Bali.

"Yang menjadi persoalan di sini terkait kondisi Jembatan Cigintung yang sempat terdampak banjir dan memutus akses di dua desa, yakni Desa Jayamekar dan Desa Gunungmasigit," kata Pither saat meninjau lokasi.

Tak cuma itu, ungkap Pither, berdasarkan berkas dokumen perizinan mulai dari jalan masuk, Pel banjir hingga kajian Amdal. Termasuk, pra siteplan itu belum disetujui.

"Kenyataannya pengembang harus berhati-hati dengan situasi seperti ini, terutama dalam cut and fill. Saya minta DLH KBB pro aktif untuk meninjau kembali kajiannya," ungkapnya.

"Jangan sampai keberadaan sungai Cigintung ini ditutup menjadi kavling-kavling dan menjadi permasalahan di kemudian hari," tegasnya.

Pither menekankan, baik pengembang maupun dinas terkait harus betul-betul memperhatikan sisi teknis pembangunannya dan menimbulkan banyak masalah.

"Jangan sampai terjadi masalah. Makanya lakukan kajian yang benar, site plan dikaji dengan baik. Termasuk perencanaan cut and fill-nya harus dikoordinasikan dengan DLH dan PUTR," tegasnya.

Project Manager Perumahan Kota Bali, Handi Pangadi mengakui, proses cut and fill ini bukan tahap yang mudah dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

"Memang saat musim hujan amannya jangan banyak aktivitas pembangunan. Jadi harus lebih fokus melakukan normalisasi sungai Cigintung, mulai dari mengeruk sedimentasi," kata Handi.

Selain itu, kondisi akses jalan untuk truk ini cukup sulit mengingat jenis tanah di kawasan ini adalah tanah lempung.

"Keseluruhan lahan ini 54 hektare dan yang baru diolah baru sekitar 15 hektare belum setengahnya," ucapnya.

Rencananya, sebut Handi, bakal ada 3.000 unit rumah yang bakal dibangun di perumahan Kota Bali ini. Pembangunan hanya di Desa Jayamekar saja, meski berbatasan dengan Desa Gunungmasigit.

"Pasti kita lakukan evaluasi dan kita jalankan apa yang diinstruksikan bagi dari dewan maupun pemerintah. Mudah-mudahan dampaknya minim karena di sini masih banyak lahan kosong," ujarnya.*** 


Editor : JakaPermana