TKA 2026 Bahasa Indonesia SMP Fokus Literasi Membaca, Ini Jenis Teks yang Perlu Dikuasai Siswa

TKA 2026 Bahasa Indonesia untuk jenjang SMP/MTs/sederajat kini secara khusus menitikberatkan pada keterampilan membaca.

TKA 2026 Bahasa Indonesia SMP Fokus Literasi Membaca, Ini Jenis Teks yang Perlu Dikuasai Siswa
TKA 2026 Bahasa Indonesia untuk Jenjang SMP

INILAHKORAN.ID - Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026 Bahasa Indonesia untuk jenjang SMP/MTs/sederajat kini secara khusus menitikberatkan pada keterampilan membaca. Fokus ini bertujuan mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami berbagai jenis teks yang relevan dengan perkembangan literasi siswa.

Dalam pelaksanaannya, keterampilan membaca pada TKA 2026 Bahasa Indonesia diujikan melalui dua jenis teks utama, yakni teks informasi dan teks fiksi. Keduanya dirancang untuk menguji daya baca, pemahaman isi, serta kemampuan berpikir kritis siswa.

Teks Informasi Uji Pemahaman Fakta dan Konsep

Teks informasi berisi fakta, konsep, maupun prosedur dari beragam bidang pengetahuan. Topik yang diangkat dapat berskala lokal, nasional, hingga global. Bentuk teksnya pun bervariasi, mulai dari teks tunggal hingga teks jamak yang saling berkaitan, sehingga siswa dituntut mampu memahami informasi secara menyeluruh dan runtut.

Teks Fiksi Asah Analisis Cerita

Sementara itu, teks fiksi yang digunakan dalam TKA mencakup cerita rekaan yang bisa bersifat faktual, seperti sejarah atau biografi, maupun realisme. Cerita disajikan dengan latar konkret atau abstrak, tokoh berkarakter kuat, konflik tunggal maupun jamak, alur campuran, serta sudut pandang orang ketiga dengan penyelesaian cerita tertutup.

Karakteristik Bahasa dalam TKA Bahasa Indonesia

Teks dalam TKA memiliki ciri kebahasaan khusus. Dari sisi kosakata, digunakan kata umum, kata berimbuhan, kata abstrak, serta makna denotatif dan konotatif dalam konteks tertentu, termasuk istilah teknis. Struktur kalimat disusun dengan 5–9 kata per kalimat, berupa kalimat tunggal dan majemuk setara.

Adapun dari segi wacana, teks menerapkan kohesi penyulihan, konjungsi antarparagraf untuk perbandingan dan penekanan, serta penggunaan tanda baca yang mendukung deskripsi. Panjang teks umumnya berkisar 200–250 kata, kecuali untuk teks puisi.


Editor : Firda Rachmawati