TNI Temukan Ladang Ganja 0,5 Hektare di Papua: Upaya Tegas Mengamankan Perbatasan RI-PNG dari Peredaran Narkotika

Personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Yonif 512/QY Koops Swasembada kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

TNI Temukan Ladang Ganja 0,5 Hektare di Papua: Upaya Tegas Mengamankan Perbatasan RI-PNG dari Peredaran Narkotika
TNI Temukan Ladang Ganja 0,5 Hektare di Papua: Upaya Tegas Mengamankan Perbatasan RI-PNG dari Peredaran Narkotika

INILAHKORAN, Bandung – Personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Yonif 512/QY Koops Swasembada kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Kali ini, mereka berhasil menemukan Ladang Ganja seluas 0,5 hektare di Kampung Mersibil, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Kamis (27/3).

Penemuan ini terjadi saat anggota Satgas Pamtas melakukan patroli rutin di kawasan tersebut. Saat menyusuri daerah perbatasan, mereka mencurigai adanya tanaman yang mirip dengan ganja.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa area tersebut ditanami 204 batang pohon ganja dengan ketinggian antara 1,5 hingga 2 meter. Diperkirakan, tanaman-tanaman tersebut telah berusia sekitar 5 hingga 6 bulan.

“Belum diketahui siapa pemilik lahan tersebut. Saat ini barang bukti sudah diamankan dan selanjutnya akan diserahkan ke Polres Pegunungan Bintang,” ujar Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Swasembada, Mayjen TNI Novi Rubadi, dikutip dari ANTARA.

Mayjen TNI Novi memberikan apresiasi atas kerja keras Satgas yang berhasil menemukan ladang ganja ini.

Menurutnya, temuan ini merupakan bentuk nyata dari upaya TNI dalam menjaga wilayah perbatasan dari aktivitas ilegal, khususnya peredaran Narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.

Sebagai langkah lanjutan, barang bukti berupa ratusan batang ganja tersebut telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. TNI juga akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menyelidiki pemilik ladang serta mengungkap jaringan di balik kasus ini.

Mayjen TNI Novi pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama di wilayah perbatasan yang kerap menjadi jalur penyelundupan ilegal.

“Mari kita bersama-sama untuk terus menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah perbatasan RI-PNG,” pungkasnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan